Puluhan KK Terdampak Banjir di Kulawi, Jembatan Penghubung Belum Pulih

SIGI Sebanyak 16 warga kelompok rentan di Desa Mataue, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi (Sigi), Sulawesi Tengah (Sulteng), masih terisolasi setelah jembatan penghubung antardusun putus diterjang banjir akibat meluapnya sungai. Kondisi tersebut menghambat akses bagi puluhan kepala keluarga (KK) dan memutus jalur mobilitas warga menuju fasilitas umum.

Banjir yang melanda Desa Mataue dan Desa Boladangko di Kecamatan Kulawi sejak Minggu (17/5/2026) dini hari menyebabkan kerusakan infrastruktur vital. Jembatan yang menghubungkan Dusun 1 Desa Bolapapu dengan Dusun 2 Desa Mataue terputus sehingga akses saat ini hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, Asbudianto, mengatakan sebanyak 30 KK di Dusun 2 Desa Mataue terdampak langsung akibat terputusnya akses tersebut.

“Di Dusun 2 Desa Mataue terdapat 16 orang kelompok rentan yang masih terisolir, terdiri dari balita (4), lansia (9), dan disabilitas (3),” kata Asbudianto, sebagaimana diberitakan Tribun Palu, Selasa (19/05/2026).

Selain memutus akses warga, banjir juga menghambat aktivitas di Desa Boladangko. Material yang terbawa arus sungai menutupi sejumlah akses menuju fasilitas umum, seperti kantor desa, Sekolah Dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), dan gereja.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun pengungsian, BPBD menilai kebutuhan mendesak saat ini meliputi alat berat untuk pembersihan material banjir, pembangunan jembatan darurat, serta pemasangan bronjong guna memperkuat bantaran sungai.

Aktivitas masyarakat di Dusun 2 Desa Mataue masih terganggu akibat putusnya jembatan. Sementara itu, aparat desa bersama warga Desa Boladangko telah melakukan pembersihan material secara mandiri sehingga sebagian akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan bermotor ketika kondisi arus sungai normal.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menyatakan pemerintah daerah telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan BPBD Sigi untuk mempercepat penanganan pascabanjir.

Bupati Sigi menegaskan langkah yang dilakukan meliputi pembersihan sisa material banjir, penyediaan alat berat, pembangunan jembatan darurat, serta pemasangan bronjong untuk mengurangi risiko banjir susulan.

Berdasarkan laporan BPBD, banjir dipicu meningkatnya debit air sungai di Desa Mataue dan Desa Boladangko setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, satu jembatan penghubung antardusun di Desa Mataue putus dan menyebabkan sebagian warga masih mengalami keterisolasian hingga proses penanganan selesai. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Posyandu di Badung Kini Jadi Garda Depan Pengurangan Sampah Residu

PDF đź“„BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memanfaatkan momentum Semarak Posyandu 2026 untuk memperkuat edukasi …

Gianyar Perluas Peran Posyandu, Libatkan 23 Dokter Spesialis untuk Warga

PDF đź“„GIANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar memperluas layanan kesehatan berbasis masyarakat dengan menggelar pelayanan …

PKK Jateng Luncurkan Kencan Bumil dan SIM PKK di Blora

PDF đź“„BLORA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meluncurkan program “Kencan Bumil” atau Kader …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *