TIMOR TENGAH SELATAN – Gerakan Mengajar Desa membangun sekolah pertama di Desa Fatukusi, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program tersebut diwujudkan melalui pembangunan dua ruang kelas dan satu perpustakaan yang telah disesuaikan dengan standar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pembangunan sekolah yang dimulai pada 14 Mei 2026 itu didanai melalui kampanye #WargaBangunSekolah bersama Gerakan Mengajar Desa. Desa Fatukusi dipilih karena menjadi satu-satunya desa di Kabupaten TTS dari total 266 desa yang belum memiliki Sekolah Dasar (SD) definitif.
Selama ini, proses belajar mengajar di desa tersebut hanya memanfaatkan kelas jauh atau TRK dengan kondisi bangunan terbatas dan dinilai belum layak. Situasi itu membuat akses pendidikan masyarakat setempat masih menghadapi berbagai hambatan.
Selain pembangunan fisik, program tersebut juga membawa misi advokasi agar status SD definitif segera diberikan kepada Desa Fatukusi demi menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak di kawasan 3T tersebut.
Gerakan Mengajar Desa merupakan organisasi kepemudaan yang didirikan Gardian Muhammad, Rudi Reynal Sulaiman, dan Arda Novrizal Haq pada 2018 dengan fokus peningkatan kualitas pendidikan di wilayah pedesaan dan daerah 3T di Indonesia.
Pembangunan sekolah di Desa Fatukusi diinisiasi langsung oleh Gardian Muhammad bersama Virdian Aurellio yang turut terlibat aktif dalam pelaksanaan program di lapangan, sebagaimana dilansir Okezone, Minggu, (17/05/2026). Kehadiran fasilitas pendidikan baru itu diharapkan mampu membuka akses belajar yang lebih layak bagi anak-anak desa sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan nasional. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara