BULELENG – Sebanyak 16 Desa Adat di Kecamatan Busungbiu mengikuti Lomba Ngelawar dalam rangka memeriahkan Busungbiu Festival 2026 yang digelar di halaman Kantor Camat Busungbiu, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya pelestarian tradisi kuliner khas Bali sekaligus mempererat hubungan antardesa adat di wilayah tersebut.
Lomba ngelawar dibuka langsung oleh Camat Busungbiu Putu Gede Yudana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berpartisipasi memeriahkan festival budaya tahunan tersebut.
Menurutnya, lomba ngelawar tidak hanya menjadi ajang kompetisi kuliner tradisional, tetapi juga sarana menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Tujuan dilaksanakannya lomba ngelawar ini adalah untuk melestarikan tradisi ngelawar, sekaligus mempererat rasa kekeluargaan antar Desa Adat di Kecamatan Busungbiu,” ujarnya.
Peserta dari masing-masing desa adat menampilkan kemampuan terbaik mulai dari meracik bumbu, teknik pengolahan, hingga penyajian makanan khas Bali tersebut. Antusiasme masyarakat dan peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Desa Adat Umejero berhasil meraih Juara I dengan nilai 300. Posisi Juara II ditempati Desa Adat Kedis dengan nilai 289, sedangkan Juara III diraih Desa Adat Busungbiu dengan nilai 275.
Kegiatan budaya tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan kebersamaan masyarakat desa adat di Kecamatan Busungbiu, sebagaimana dilansir Pemerintah Kabupaten Buleleng, Sabtu, (16/05/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara