TUBAN – Panen raya jagung kuartal II tahun 2026 di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi momentum bagi petani untuk menyuarakan harapan terkait stabilitas harga pupuk kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Petani menilai harga pupuk yang terjangkau menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Kegiatan panen raya tersebut disambut antusias kelompok tani setempat. Kehadiran Presiden Prabowo dinilai memberi semangat baru bagi petani jagung di Tuban yang selama ini menghadapi tantangan tingginya biaya produksi akibat fluktuasi harga pupuk.
Para petani berharap pemerintah terus menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi dan memperketat pengawasan distribusi agar kebutuhan petani terpenuhi secara merata. Mereka menilai kestabilan harga pupuk sangat berpengaruh terhadap produktivitas jagung dan pendapatan petani.
“Para petani mengharapkan agar harga pupuk yang selama ini menjadi salah satu kendala produksi dapat tetap terjaga agar biaya produksi tidak membengkak,” sebagaimana diberitakan Media Kampung, Minggu, (17/05/2026).
Panen raya di Desa Tuwiri Wetan juga memperlihatkan hasil pertanian yang cukup menggembirakan setelah masa tanam beberapa bulan terakhir. Petani optimistis produksi jagung akan meningkat apabila dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian terus diperkuat.
Selain menjaga harga pupuk, pemerintah juga diharapkan tetap melanjutkan subsidi dan memastikan distribusi pupuk tepat sasaran. Langkah tersebut dianggap strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha tani sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
Para petani mengungkapkan fluktuasi harga pupuk selama ini menjadi persoalan serius karena berdampak langsung terhadap biaya produksi. Dengan adanya perhatian pemerintah pusat, mereka berharap sektor pertanian di Tuban semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara