LOMBOK TENGAH – Desa Wisata Sade di Kabupaten Lombok Tengah kembali menjadi sorotan sebagai pusat pelestarian budaya Suku Sasak yang masih mempertahankan kehidupan tradisional, arsitektur rumah adat, serta aktivitas ekonomi berbasis kerajinan tenun yang berlangsung turun-temurun hingga kini.
Desa adat yang dihuni masyarakat Suku Sasak ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya utama di Pulau Lombok karena keasliannya yang masih terjaga. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati suasana pedesaan, tetapi juga menyaksikan langsung pola hidup masyarakat yang tetap berpegang pada adat istiadat leluhur.
Daya tarik utama Desa Wisata Sade terletak pada rumah-rumah tradisional yang dibangun menggunakan material alami seperti bambu, kayu, dan atap alang-alang. Struktur bangunan tersebut mencerminkan kearifan lokal Suku Sasak dalam menyesuaikan hunian dengan lingkungan sekitar tanpa menghilangkan nilai budaya.
Selain arsitektur, kehidupan sosial masyarakat menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Aktivitas sehari-hari yang masih dilakukan secara tradisional menciptakan suasana desa yang autentik, berbeda dari kawasan wisata modern yang lebih banyak mengandalkan fasilitas buatan.
Seorang perwakilan pengelola wisata menyampaikan bahwa keberadaan Desa Sade tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya yang terus diwariskan antar generasi. “Desa ini bukan sekadar tempat wisata, tetapi rumah bagi tradisi yang masih hidup dan dijaga oleh masyarakat,” sebagaimana diwartakan Jurnal Aceh, Sabtu (09/05/2026).
Selain aspek budaya, Desa Sade juga dikenal sebagai pusat kerajinan tenun tradisional. Perempuan-perempuan desa secara aktif mengembangkan kain tenun Sasak dengan teknik manual yang masih dipertahankan hingga saat ini, menjadikannya bagian penting dari ekonomi lokal berbasis budaya.
Keberadaan Desa Wisata Sade juga memperkuat posisi Lombok sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia. Dengan kombinasi antara tradisi, arsitektur, dan aktivitas ekonomi kreatif, desa ini menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat menjadi daya tarik wisata berkelanjutan.
Pemerhati pariwisata menilai, keberlanjutan Desa Sade bergantung pada keseimbangan antara pelestarian adat dan pengelolaan kunjungan wisata yang terkontrol, agar nilai budaya tidak tergerus oleh arus modernisasi pariwisata.
Dengan karakter unik tersebut, Desa Wisata Sade terus menjadi rujukan wisata budaya yang menawarkan pengalaman langsung kehidupan tradisional Suku Sasak bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara