BANDUNG BARAT – Upaya menjaga kawasan hulu dan memperkuat daerah resapan air di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat (Jabar), dilakukan melalui penanaman 17 ribu pohon di kawasan hutan Giri Wening, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang. Program rehabilitasi lingkungan tersebut melibatkan pemerintah, kelompok tani, dan sektor swasta guna menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Kegiatan penghijauan itu dipusatkan di kawasan hutan lindung Giri Wening pada Kamis (07/05/2026). Penanaman dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Dinas Kehutanan Provinsi (Dishut Prov) Jabar, Kelompok Tani Mitra Sejati, serta perusahaan swasta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, sebagaimana dilansir Pikiran Rakyat, Senin (11/05/2026).
Jenis pohon yang ditanam merupakan kategori Multi-Purpose Tree Species (MPTS) dengan konsep green belt atau sabuk hijau dan agroforestry atau wanatani. Konsep tersebut dipilih agar kawasan hutan tetap berfungsi sebagai penyangga lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan wilayah KBB memiliki peran penting sebagai kawasan resapan air dan daerah penyangga hulu sehingga pelestarian hutan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat fungsi ekologis kawasan dan menjaga keseimbangan lingkungan. Pohon yang ditanam hari ini harus menjadi warisan ekologis sekaligus sumber manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Cikidang dan Lembang,” ujar Jeje.
Menurutnya, pelestarian kawasan hutan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan dukungan sektor swasta agar hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, menegaskan pihak perusahaan akan melakukan pendampingan terhadap program penghijauan tersebut agar tingkat keberhasilan tanaman tetap terjaga hingga beberapa tahun mendatang.
“Kami akan melakukan pendampingan dan evaluasi agar program ini benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Keberhasilan rehabilitasi hutan itu tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan juga tingkat kelangsungan hidup pohon yang nantinya diharapkan mampu memperkuat cadangan air, menjaga kesuburan lahan, dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan di kawasan hulu KBB. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara