Banjir dari Kintap Tiba di Asamasam, Warga Lakukan Pembatasan Lalu Lintas

PELAIHARI – Warga Desa Asamasam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mengambil langkah darurat dengan menutup akses jalan lingkungan untuk kendaraan roda empat sebagai upaya mengurangi dampak gelombang kendaraan terhadap rumah-rumah yang terendam banjir akibat luapan Sungai Asamasam yang terus meningkat sejak akhir pekan.

Keputusan penutupan jalan tersebut dilakukan pada Minggu (10/5/2026) di RT 10 Dusun 3, setelah genangan air dari kawasan hulu Kecamatan Kintap mulai mengalir ke wilayah hilir di Desa Asamasam dan merendam sejumlah rukun tetangga (RT), yakni RT 1, 6, 7, 8, 10, dan 12. Kondisi ini diperparah oleh posisi permukiman yang berada di dataran rendah dekat aliran sungai.

Warga setempat menilai aktivitas kendaraan roda empat dapat memperbesar gelombang air yang masuk ke rumah warga. “Kasihan warga yang kebanjiran. Barang-barang di dalam rumah bisa terombang-ambing kena gelombang mobil. Bahkan perabot kaca biasanya bisa pecah karena hantaman ombak,” ujar warga setempat.

Kepala Dusun 2, Pendi, membenarkan langkah tersebut sebagai upaya perlindungan sementara bagi warga terdampak. Ia menjelaskan, gelombang dari kendaraan yang melintas berpotensi memperparah kondisi rumah yang sudah tergenang. “Gelombang yang ditimbulkan bisa membuat barang warga yang sudah diamankan basah,” sebut Kepala Dusun 2 ini.

Sebagai jalur alternatif, warga diarahkan menggunakan Jalan Datuk Bungur atau Jalan Padang di wilayah RT 3 untuk menghindari area terdampak genangan. Meski demikian, kondisi air dilaporkan masih terus mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan.

Data pemantauan tinggi muka air di Sungai Asamasam menunjukkan kenaikan dari 280 sentimeter pada pukul 09.10 WITA menjadi 290 sentimeter pada pukul 12.55 WITA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit air dari wilayah hulu hingga hilir.

Sebanyak 273 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak banjir dengan tingkat genangan berbeda, mulai dari halaman rumah hingga lantai rumah warga. Kepala Desa Asamasam, Abdul Muhid, mengatakan kondisi desa masih relatif terkendali meski air mulai memasuki sebagian rumah warga. “Secara umum masih terkendali. Memang ada beberapa rumah yang lantainya mulai tergenang, tapi belum begitu seberapa,” ujarnya sebagaimana diberitakan Banjarmasin Post, Senin, (11/05/2026).

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perubahan debit air, terutama yang dipengaruhi aliran dari wilayah hulu. Ia menyebutkan, hujan di kawasan pegunungan menjadi faktor utama naiknya volume air yang kemudian mengalir ke wilayah Asamasam.

“Kami masih melakukan monitoring dan evaluasi atau monev perkembangan kondisi air dari jam ke jam,” kata Aspi.

Ia menambahkan, sebelumnya peningkatan debit air juga terjadi di Desa Salaman, Kecamatan Kintap, sebelum kemudian bergerak ke Desa Kintapura. Kini, aliran tersebut berdampak ke Desa Asamasam. “Kami berharap tidak terjadi hujan lagi, terutama di daerah pegunungan, supaya debit air tidak kembali naik,” tandasnya.

BPBD menyatakan kesiapsiagaan personel jika kondisi genangan meningkat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan evakuasi warga terdampak. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bank Sampah Jalatrang Dorong Ekonomi Warga Lewat Roster Daur Ulang

PDF đź“„CIAMIS – Inovasi pengelolaan sampah berbasis warga di Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, …

Badung Perkuat Sistem Sampah Desa, Mesin Cacah dan Komposter Dikirim

PDF đź“„BADUNG – Upaya penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa Adat Sempidi, Kecamatan …

Air Sungai Meluap di Asamasam, BPBD Lakukan Evaluasi Berkala

PDF đź“„PELAIHARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, meningkatkan pemantauan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *