Bank Sampah Jalatrang Dorong Ekonomi Warga Lewat Roster Daur Ulang

CIAMIS – Inovasi pengelolaan sampah berbasis warga di Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mengubah limbah residu yang selama ini tak bernilai menjadi produk konstruksi bernilai ekonomi tinggi melalui sistem bank sampah terpadu yang melibatkan puluhan warga tingkat rukun tetangga (RT).

Fenomena perubahan sampah menjadi produk bernilai jual itu terjadi di operasional Bank Sampah Jalatrang Berseka, yang kini menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis komunitas di wilayah tersebut. Aktivitas ini terlihat dari pemanfaatan sampah plastik residu menjadi roster bangunan yang digunakan sebagai ventilasi konstruksi dan dipasarkan ke toko material hingga proyek desa.

Pengelola bank sampah, Hari Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan tidak sekadar pengumpulan sampah, tetapi juga membangun kebiasaan menabung sampah dari warga. “Konsepnya itu menabung sampah dari warga lingkungan Desa Jalatrang,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Tribun Jabar, Sabtu, (09/05/2026).

Sistem pengumpulan dilakukan berjenjang dari tingkat RT di Dusun Babakan yang mencakup tujuh RT. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah kembali di pusat pengolahan menjadi 103 kategori material berbeda. “Nanti sampah dipilah dulu di tingkat RT, kemudian dipilah lagi di sini menjadi 103 jenis sampah yang sudah dikualifikasikan,” katanya.

Sampah bernilai ekonomi disalurkan ke Bank Sampah Induk Ciamis, sementara sampah residu diolah menjadi bahan baku roster. Proses ini melibatkan mesin pencacah untuk mengubah limbah menjadi serpihan kecil sebelum dicampur dengan semen, pasir, dan kalsium.

Dalam tahap produksi, material tersebut dicetak menggunakan cetakan khusus bermotif, kemudian melalui proses pengeringan alami selama sekitar 12 hari. “Tidak boleh dipanaskan, cukup diangin-anginkan saja sambil disemprot air secara berkala,” katanya.

Produk akhir berupa roster dijual dengan harga sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per buah dan telah dipasarkan ke toko bangunan serta proyek pembangunan desa. Menurut Hari, pemanfaatan ini menjadi solusi atas persoalan sampah residu yang sulit ditangani. “Kalau sampah residu ini kan bingung mau dikemanakan, dibakar tidak boleh, dibuang juga jadi beban. Nah, di sini bisa dimanfaatkan untuk pembuatan roster,” ujarnya.

Selain mengurangi volume sampah, sistem ini juga membuka lapangan kerja bagi sekitar 30 warga yang terlibat dalam proses pengumpulan hingga produksi. Pengelola berharap model ini dapat memperkuat ekonomi sirkular di tingkat desa. “Harapannya dengan adanya mesin pencacah dan produksi roster ini bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Transformasi pengelolaan sampah di Desa Jalatrang ini menunjukkan bagaimana pendekatan berbasis komunitas mampu menjadikan persoalan lingkungan sebagai peluang ekonomi baru di tingkat lokal. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Singopuran Bangun Ketahanan Pangan Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah Desa

PDF đź“„SUKOHARJO – Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, berhasil mengubah krisis pengelolaan sampah menjadi …

Festival Wong Tani Cilongok Perkuat Pariwisata dan Pelestarian Budaya Desa

PDF đź“„BANYUMAS – Festival Budaya Wong Tani Panusupan 2026 resmi menjadi panggung promosi ekonomi masyarakat …

Potensi Alam Didingga Dilirik, Desa Wisata Diyakini Dongkrak Ekonomi Warga

PDF đź“„GORONTALO UTARA – Gagasan pengembangan Desa Didingga di Kecamatan Biau menjadi desa wisata mendapat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *