Jelajah Desa Tersembunyi Sragen, Bikers Ikut Gerakan Hijau

SRAGEN – Sebanyak 140 pesepeda motor menjelajahi berbagai desa di enam kecamatan di Kabupaten Sragen dalam kegiatan One Day Regency Tour Sragen Adventure 2026 yang tidak hanya mempromosikan wisata, tetapi juga mengusung edukasi lingkungan melalui penanaman pohon di setiap titik kunjungan, Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini digagas Yayasan Pastika Kabupaten Sragen dengan melibatkan pemerintah desa, aparat kepolisian, serta komunitas wisata untuk memperkuat promosi desa wisata berbasis keberlanjutan.

Kegiatan tersebut diikuti 70 sepeda motor dengan total 140 peserta yang menempuh rute sekitar 91 kilometer melintasi Kecamatan Kedawung, Sambirejo, Jenar, Tangen, hingga Gesi. Selain mengenalkan potensi wisata desa yang belum banyak dikenal, agenda ini juga disertai aksi penanaman pohon jenis Padmanaba di setiap lokasi sebagai simbol pelestarian lingkungan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen Suparno memberangkatkan rombongan dari Rumah Dinas Ketua DPRD Sragen. Sebelum perjalanan dimulai, peserta mendapatkan pembekalan keselamatan berkendara dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Sragen agar kegiatan berlangsung tertib dan aman.

Sejumlah destinasi yang disinggahi antara lain Umbul Ngepok di Desa Karangpelem (Kecamatan Kedawung), Sendang Selo Penangkep di Desa Jambeyan (Sambirejo), Kandang Wayang di Jenar, Sendang Pancuran di Desa Dukuh (Tangen), hingga titik akhir di kawasan titik nol Gunung Kendeng, Desa Blangu (Gesi). Seluruh lokasi tersebut merupakan potensi wisata desa yang masih berkembang dan belum banyak terekspos publik.

Di Desa Karangpelem, rombongan disambut Kepala Desa Karangpelem Suwarno yang menegaskan bahwa kolaborasi dengan Yayasan Pastika telah berjalan sejak 2021 untuk mengembangkan identitas desa wisata.

“Selamat datang di Umbul Ngepok. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenalkan situs-situs sejarah dan destinasi wisata yang ada di Sragen, khususnya yang belum banyak dikenal agar lebih booming dan diminati warga luar daerah,” ujar Suwarno dalam sambutannya.

Ia juga menyoroti posisi strategis desa yang berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar sebagai peluang penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis pariwisata. “Setiap tanggal 9 September, kami menggandeng Yayasan Pastika Sragen mengadakan kegiatan perayaan Hari Jadi Desa. Desa Karangpelem adalah desa pertama di Sragen yang memiliki perayaan Hari Jadi Desa. Kami berharap melalui momentum seperti ini, kunjungan wisata terus meningkat,” ujarnya.

Selain promosi langsung di lokasi wisata, peserta juga diwajibkan melakukan promosi digital melalui unggahan media sosial masing-masing. Kegiatan kemudian ditutup di Desa Blangu dengan aksi penanaman pohon sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian kawasan Gunung Kendeng, sebagaimana diberitakan Espos, Minggu (10/05/2026).

Kegiatan ini dinilai menjadi model integrasi antara wisata desa, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat peran desa sebagai motor pariwisata daerah. []

Penulis: Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Cabeyan Sukoharjo Simpan Kisah Lama tentang Cabai dan Hutan

PDF đź“„SUKOHARJO – Legenda asal-usul Desa Cabeyan di Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), …

Hutan Negara di Flores Dikelola Perempuan Desa, Ini Tujuannya

PDF đź“„JAKARTA – Perempuan di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mendapatkan hak resmi …

Bandung Barat Hijaukan Kawasan Hulu, Ribuan Pohon Ditanam di Lembang

PDF đź“„BANDUNG BARAT – Upaya menjaga kawasan hulu dan memperkuat daerah resapan air di Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *