Pemkab Wajo dan BPS Genjot Desa Cantik 2026, Fokus Data Akurat

WAJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wajo mencanangkan Program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 sebagai upaya memperkuat tata kelola data berbasis desa dan kelurahan. Pencanangan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tempe, Senin (4/5/2026), dengan fokus meningkatkan kualitas data untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Wajo Armayani hadir bersama Kepala Dinas Informatika dan Statistik Andi Musdalifah serta Camat Tempe Aldi Mulyadi. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala BPS Kabupaten Wajo Andi Asia Hasan Basri beserta agen statistik BPS Wajo.

Sekda Wajo menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan seluruh elemen masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan era digitalisasi. “Program ini harus kita dukung mulai dari tingkat paling bawah, agar kita bisa mendapatkan data yang valid dan akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan,” tegasnya sebagaimana diberitakan Pedoman Media, Selasa (05/05/2026).

Ia juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam meningkatkan literasi statistik serta pemanfaatan data berbasis potensi lokal. “Saya mengajak semua pihak untuk menjadi pelopor data. Buka sekadar program, tapi gerakan perubahan pola pikir menuju pembangunan desa dan kelurahan berbasis data yang akurat,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BPS Wajo menjelaskan bahwa Program Desa Cantik tidak hanya berfokus pada literasi statistik, tetapi juga penguatan kapasitas pengelolaan data dan peran perangkat desa. “Desa Cantik tentu mendorong terbentuknya agen statistik desa dan optimalisasi pemanfaatan data untuk perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” katanya.

Program ini telah berjalan sejak 2022 di Wajo dan menunjukkan perkembangan positif. Pada 2026, pelaksanaannya difokuskan pada tiga kelurahan di Kecamatan Tempe, yakni Kelurahan Bulupabbulu, Kelurahan Mattirotappareng, dan Kelurahan Wiringpalannae.

Kepala BPS Wajo menambahkan, program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Satu Data Indonesia guna memastikan data yang dihasilkan berkualitas, terstandar, dan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pembangunan daerah.[]

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Krisis Air Sawah Teratasi, TMMD Bangun Sumur Bor di Pati

PDF đź“„PATI – Krisis ketersediaan air pertanian di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa …

Petani Slempit Akhirnya Nikmati Perbaikan Infrastruktur Desa

PDF đź“„GRESIK – Keterbatasan infrastruktur pertanian di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, …

Lahan Tertimbun Lumpur di Madina Diperbaiki, Nasib Petani Jadi Sorotan

PDF đź“„MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengebut pemulihan lahan pertanian seluas sekitar 17 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *