Desa Lebakbarang Masuk Peta Pengembangan Ekonomi Berbasis Hutan

PEKALONGAN – Upaya memperkuat ekonomi desa berbasis hutan berkelanjutan mulai didorong melalui kolaborasi antara Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur dan Pemerintah Desa Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang berfokus pada pemetaan potensi sumber daya alam dan penguatan peran masyarakat desa dalam pengelolaan kawasan hutan.

Pertemuan yang berlangsung di Balai Desa Lebakbarang pada Kamis (23/04/2026) tersebut menjadi ruang dialog strategis antara kedua pihak untuk mengubah pendekatan pengelolaan hutan dari sekadar pengawasan menjadi kemitraan produktif berbasis masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Kasi Keuangan, Sumber Daya Manusia (SDM), Umum, dan Teknologi Informasi (IT) Yuvi Tri Hendrawan, serta Kepala Desa Lebakbarang, Taryono, bersama perangkat desa.

Dalam pertemuan tersebut, fokus pembahasan diarahkan pada pengembangan ekonomi hijau melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, penguatan kelembagaan lokal, serta skema kerja sama berbasis masyarakat desa hutan.

Beberapa potensi yang dibahas meliputi pengembangan getah pinus, tanaman obat keluarga (TOGA), buah musiman, hingga penerapan sistem agroforestri sebagai model pertanian yang selaras dengan kelestarian hutan.

Kasi Keuangan, SDM, Umum, dan IT KPH Pekalongan Timur menjelaskan bahwa Desa Lebakbarang memiliki posisi penting karena berada di sekitar kawasan hutan produksi yang menyimpan potensi ekonomi cukup besar jika dikelola secara tepat.

“Identifikasi potensi hasil hutan non-kayu seperti getah pinus, buah-buahan musiman, dan tanaman obat keluarga (toga) yang dapat dikembangkan oleh warga desa. Rencana optimalisasi program agroforestri atau tumpang sari dengan tanaman produktif yang ramah lingkungan. Peningkatan peran serta masyarakat desa melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam pengamanan dan pemanfaatan lahan hutan secara legal. Sosialisasi prosedur kemitraan antara Perhutani dengan warga desa untuk kegiatan wanatani,” sebagaimana diberitakan Kompasiana, Jumat (04/05/2026).

Sementara itu, Kepala Desa Lebakbarang, Taryono, menyambut positif langkah sinergi tersebut dan menilai kolaborasi ini dapat membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Perhutani KPH Pekalongan Timur yang telah datang langsung ke desa kami. Potensi hutan di Lebakbarang ini luar biasa, tetapi perlu pendampingan agar pemanfaatannya bisa dirasakan oleh warga tanpa merusak lingkungan. Saya selaku kepala desa siap menjadi jembatan antara Perhutani dan masyarakat,” ujar Taryono tegas.

Pihak Perhutani menegaskan bahwa pendekatan baru pengelolaan hutan kini menitikberatkan pada konsep kolaboratif dengan masyarakat desa, bukan lagi sekadar pembatasan akses.

“Kami ingin mengubah paradigma dari ‘menjaga hutan dari masyarakat’ menjadi ‘menjaga hutan bersama masyarakat’. Desa Lebakbarang memiliki potensi besar jika dikelola secara kolaboratif. Ke depan, kami akan tindak lanjuti dengan pelatihan-pelatihan bagi warga terkait pengolahan hasil hutan non-kayu,” jelasnya.

Selain membahas potensi ekonomi, pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan awal terkait penyusunan peta partisipatif kawasan hutan desa, pendataan potensi wilayah, serta rencana sosialisasi rutin sebagai langkah penguatan tata kelola berbasis masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan hutan berbasis desa yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Transformasi BUMDes Lopait Dorong Kemandirian Desa

PDF đź“„SEMARANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lopait Karya Mandiri Sejahtera di Desa Lopait, …

RPJMDes Kedungwungu Dimulai, Warga Ikut Tentukan Arah Desa

PDF đź“„INDRAMAYU – Pemerintah Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, mulai merumuskan arah pembangunan jangka menengah desa …

Bedah RTLH di Tiga Desa Lamongan, Hunian Layak Mulai Dibangun

PDF đź“„LAMONGAN – Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Karangbinangun mulai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *