JAKARTA – Lonjakan minat terhadap rekrutmen manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) mencuat tajam setelah ratusan ribu pelamar bersaing memperebutkan puluhan ribu posisi yang disediakan pemerintah. Program ini menjadi sorotan nasional karena memperlihatkan tingginya antusiasme pencari kerja terhadap skema ekonomi berbasis desa yang tengah digencarkan pemerintah.
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa dari total 35.476 formasi yang dibuka, jumlah pelamar telah menembus 639.732 orang sebagaimana dilansir Sumber Berita, Senin, (04/05/2026). Formasi tersebut terdiri dari 30.000 posisi manajer koperasi desa dan 5.476 pengelola Kampung Nelayan Merah Putih, yang kini menjadi bagian dari program penguatan ekonomi desa dan pesisir.
“Jumlah pelamar yang sudah mendaftar mencapai 639.732 orang hingga penutupan 25 April 2026,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta. Ia menegaskan bahwa proses seleksi kini telah memasuki tahap tes kompetensi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang digelar di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia, dengan sistem pemilihan lokasi ujian yang disesuaikan dengan domisili peserta untuk memudahkan akses.
Seleksi ini tidak hanya menyasar lulusan baru, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan Diploma III, Diploma IV, hingga sarjana dari berbagai jurusan. Syarat umum yang ditetapkan antara lain usia maksimal 35 tahun dan indeks prestasi kumulatif minimal 2,75. Seluruh proses seleksi dikelola melalui Panitia Seleksi Nasional Sumber Daya Manusia Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Setelah tahap kompetensi utama, peserta akan mengikuti seleksi lanjutan berupa tes mental, ideologi, serta pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan berlangsung pada 20–31 Mei 2026. Pengumuman hasil akhir direncanakan pada 7 Juni 2026. Para peserta yang lolos nantinya akan ditempatkan sebagai pegawai kontrak di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melalui dua entitas pengelola yakni PT Agrinas Pangan Nusantara untuk koperasi desa dan PT Agrinas Jaladri Nusantara untuk sektor Kampung Nelayan.
Pemerintah menegaskan rekrutmen ini dilakukan secara transparan, objektif, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun. Besarnya jumlah pelamar menunjukkan meningkatnya ketertarikan publik terhadap model kerja ekonomi desa yang terstruktur dan berbasis program nasional, sekaligus menandai kompetisi ketat di sektor lapangan kerja baru berbasis komunitas desa.
Program ini dipandang sebagai salah satu instrumen strategis dalam memperkuat ekonomi desa melalui profesionalisasi pengelolaan koperasi, yang diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi berbasis lokal secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara