TASIKMALAYA – Transformasi digital dan kreativitas warga menjadi kunci sukses Desa Wisata Taraju di Kecamatan (Kec) Taraju, Kabupaten (Kab) Tasikmalaya menembus level nasional hingga meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 kategori Digital dan Kreatif, sekaligus memperkuat posisi desa sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemampuan masyarakat dalam mengemas potensi lokal menjadi produk wisata yang menarik dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Desa Taraju dinilai mampu mempercepat transformasi digital serta menciptakan konten kreatif untuk promosi wisata desa.
Sejumlah potensi unggulan menjadi daya tarik utama, salah satunya wisata petik teh yang tidak hanya menawarkan pengalaman rekreasi, tetapi juga edukasi sejarah. Kebun teh di desa ini merupakan warisan sejak masa kolonial dan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat hingga kini.
Selain teh, komoditas kopi juga menjadi penggerak ekonomi lokal. Sejak mulai berkembang pada 2006, perkebunan kopi di desa ini telah melibatkan lebih dari 100 petani dengan luas lahan mencapai sekitar 30 hektare. Wisatawan dapat mengikuti proses petik hingga pengolahan kopi secara langsung.
Aktivitas wisata alam lainnya seperti river tubing turut melengkapi pengalaman pengunjung. Kegiatan ini memanfaatkan aliran sungai di desa dengan pendampingan pemandu lokal serta perlengkapan keamanan yang memadai.
Tak hanya itu, konsep wisata berkelanjutan juga diterapkan melalui pengolahan limbah menjadi produk kreatif seperti tas dan tikar. Inisiatif ini memperkuat nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga lingkungan desa.
Dari sisi budaya, Desa Taraju menawarkan beragam atraksi seni tradisional seperti kuda lumping, kacapi suling, degung, dulag, hingga qosidah. Atraksi kuda lumping menjadi salah satu yang paling unik karena melibatkan ritual khusus bagi para pemainnya.
Kombinasi antara wisata alam, budaya, dan inovasi ekonomi tersebut menjadikan Desa Taraju sebagai contoh pengembangan desa wisata yang terintegrasi. Model ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal sebagaimana dilansir Kabar Singaparna, Sabtu (02/05/2026).[]
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara