Temuan Bata Kuno Majapahit, Desa Beloh Siap Jadi Situs Bersejarah

MOJOKERTO – Penemuan struktur bata kuno yang diduga berasal dari era Kerajaan Majapahit di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Beloh memperkuat langkah pelestarian kawasan cagar budaya di wilayahnya.

Penjabat Kepala Desa (Kades) Beloh Kotif Efendi mengatakan, temuan tersebut saat ini masih dalam tahap penanganan awal oleh Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Timur melalui kegiatan survei penyelamatan yang berlangsung sejak 20 hingga 23 April 2026.

’’Survei penyelamatan dari BP Kebudayaan Jawa Timur terakhir sampai hari ini (Kamis, 23/4) sejak Senin (20/4) lalu,’’ sebutnya sebagaimana dilansir Radar Mojokerto, Jumat (24/04/2026).

Ia menjelaskan, lokasi temuan berada di lahan milik warga dengan luas sekitar 12 x 21 meter persegi dan memiliki struktur bata yang relatif utuh serta kompleks. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa area tersebut merupakan bagian dari permukiman masyarakat pada masa Majapahit.

Pasca tahap awal tersebut, Pemdes Beloh berencana melanjutkan koordinasi dengan BP Kebudayaan Jawa Timur guna menentukan langkah pelestarian berikutnya, termasuk opsi pembebasan lahan oleh negara demi menjaga keutuhan situs.

’’Setelah kegiatan (survei penyelamatan) tentu kami akan koordinasikan lagi bagaimana hasil dan upaya-upaya kedepannya,’’ ungkapnya.

Menurutnya, pembebasan lahan menjadi salah satu solusi untuk mencegah kerusakan situs akibat aktivitas manusia, sekaligus memastikan perlindungan jangka panjang terhadap peninggalan bersejarah tersebut.

’’Seperti sebelum-sebelumnya, pembebasan lahan ini kan upaya agar peninggalan di area tersebut terhindar dari aktivitas dan tindakan pengerusakan,’’ jelasnya.

Selain itu, Pemdes Beloh juga menggandeng pemilik dan penyewa lahan agar turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian situs yang ditemukan.

’’Masyarakat sangat menyambut baik. Apalagi, pertama kali yang menemukan dan melaporkan temuan itu kan warga sendiri,’’ tandasnya.

Sementara itu, hasil kajian awal Tim Kerja Penyelamatan, Pengamanan, dan Advokasi (PPA) BP Kebudayaan Jawa Timur menunjukkan bahwa struktur bata kuno tersebut berkaitan dengan aktivitas permukiman masa Majapahit. Hal ini ditandai dengan ditemukannya berbagai artefak seperti lumpang, koin kepeng, jambangan, fragmen keramik dan gerabah, serta alat pancing berbahan perunggu.

Temuan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Desa Beloh sebagai bagian penting dari Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Trowulan sekaligus membuka peluang pengembangan potensi sejarah berbasis desa di masa mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Jembatan Garuda Jadi Penopang Akses Pertanian dan Ekonomi Pedesaan PPU

PDF 📄PENAJAM PASER UTARA – Akses warga menuju lahan pertanian dan pusat kegiatan ekonomi di …

Bantuan Bibit hingga Pemeriksaan Kesehatan Warnai Kunjungan Bupati Karo

PDF 📄KARO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menghadirkan pelayanan terpadu bagi masyarakat Kecamatan Kutabuluh melalui …

Ngaben Kinembulan Desa Adat Kubu Berlangsung Lancar hingga Malam Hari

PDF 📄BANGLI – Sebanyak 106 jenazah mengikuti rangkaian Pitra Yadnya Ngaben Kinembulan yang digelar secara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *