LEBAK – Sebanyak 1.580 warga Suku Badui dari Badui Dalam dan Badui Luar di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, bersiap melaksanakan ritual Seba 2026 sebagai wujud syukur atas hasil panen ladang sekaligus menjaga tradisi leluhur.
Sekretaris Desa (Sekdes) Kanekes Medi menyampaikan, jumlah peserta masih berpotensi bertambah karena pendaftaran masih dibuka hingga Jumat (24/4/2026). Ritual Seba dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan agenda utama penyerahan hasil bumi kepada pemerintah daerah.
“Menurut dia, mereka akan berangkat menggunakan 85 bus jenis Elf, sedangkan masyarakat Badui Dalam sebanyak 60 orang berjalan kaki menuju Rangkasbitung hingga Kota Serang kurang lebih 160 kilometer pulang pergi.”
Tradisi Seba menjadi simbol hubungan harmonis antara masyarakat adat dan pemerintah. Pada hari pertama, kegiatan digelar di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dan dihadiri Bupati Lebak Hasbi Asyidiki bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selanjutnya, hari kedua dilaksanakan di Pendopo Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Gubernur Banten Andra Soni.
“Menurut dia, perayaan tradisi Seba hari pertama dilaksanakan di Pendopo Pemkab Lebak, Jumat, (24/4) malam dan dihadiri Bupati Hasbi Asyidiki beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).”
Dalam prosesi tersebut, masyarakat Badui membawa berbagai hasil bumi seperti pisang dan umbi-umbian sebagai bentuk rasa syukur. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan ketaatan masyarakat Badui Dalam terhadap adat, termasuk berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan.
“Masyarakat Badui Dalam hingga saat ini masih patuh pada adat istiadat dengan berpergian ke manapun berjalan kaki dan dilarang menggunakan kendaraan.”
Sementara itu, warga Badui Luar Sarmudi mengaku antusias mengikuti tradisi tahunan tersebut karena menjadi ajang silaturahmi dengan pemerintah.
“Kami sudah tiga tahun terakhir ini mengikuti Seba dan bisa bertemu dengan kepala daerah setempat,” katanya menjelaskan.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung untuk memeriahkan Seba 2026, termasuk penyediaan stan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pertunjukan budaya, hingga lomba fotografi.
Kepala Disbudpar Lebak Yosep Muhamad Holis mengatakan tradisi Seba telah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Seba Badui masuk agenda Karisma Event Nusantara (KEN). Kami berharap kegiatan ini banyak mendatangkan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya, sebagaimana diberitakan Antara, Kamis, (23/04/2026).
Melalui pelaksanaan Seba 2026, tradisi masyarakat Badui tidak hanya terjaga, tetapi juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara