BOLAANG MONGONDOW UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Boltara) resmi menggelar Inovasi Boltara Fest (IBF) 2026 sebagai strategi mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik dan mendorong partisipasi aktif perangkat daerah hingga pemerintah desa dalam menciptakan inovasi berdampak.
Ajang yang disosialisasikan oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Boltara ini membuka pendaftaran mulai 15 hingga 20 April 2026 melalui aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IGA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Enam inovasi terbaik akan diumumkan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Boltara, 23 Mei 2026.
Kepala Bidang (Kabid) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bapelitbangda Boltara, M Fikro Rusdi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun sistem inovasi daerah yang berkelanjutan. “Kata Fikro, senin 2o april diruang mopohimbunga.
Program ini dirancang untuk mempercepat pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta meningkatkan daya saing daerah sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Dengan pendekatan tersebut, IBF 2026 diharapkan mampu mendorong transformasi tata kelola pemerintahan hingga level desa.
Data Bapelitbangda Boltara menunjukkan tren peningkatan inovasi daerah yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah inovasi meningkat dari empat inovasi pada 2019 menjadi 19 inovasi pada 2025. Sementara itu, nilai Indeks Inovasi Daerah juga naik dari 53,44 pada 2021 menjadi 61,63 poin pada 2025.
Kompetisi IBF 2026 terbuka untuk tiga kategori inovasi, yaitu inovasi tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan inovasi daerah lainnya. Peserta berasal dari perangkat daerah, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), serta pemerintah desa di lingkungan Pemkab Boltara.
Setiap peserta diperbolehkan mengajukan lebih dari satu inovasi, dengan syarat inovasi tersebut telah diterapkan pada 2024 atau 2025. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi IGA dengan melengkapi proposal dan dokumen pendukung berdasarkan 20 indikator kematangan inovasi.
Tahapan seleksi berlangsung dalam empat fase, mulai dari pendaftaran, penilaian administrasi dan substansi, coaching clinic serta presentasi 12 nominator, hingga pengumuman pemenang. Penilaian dilakukan berdasarkan dampak sosial-ekonomi, tingkat kematangan inovasi, dan kesesuaian kategori.
Sebagai bagian dari proses, peserta yang lolos akan mengikuti coaching clinic guna meningkatkan kualitas inovasi sebelum tahap presentasi akhir. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kapasitas inovator daerah sekaligus memastikan inovasi yang dihasilkan benar-benar aplikatif.
Program ini juga menjadi indikator keseriusan Pemkab Boltara dalam membangun ekosistem inovasi yang melibatkan desa sebagai ujung tombak pelayanan publik. Ke depan, hasil inovasi yang terpilih diharapkan dapat direplikasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas sebagaimana diberitakan Waktu News, Selasa (21/04/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara