TEGAL – Inovasi wisata berbasis kearifan lokal di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, menghadirkan zona permainan tradisional di Pasar Slumpring yang dilengkapi spot foto dapur tempo dulu sebagai upaya menarik minat pengunjung sekaligus menghidupkan kembali budaya masa lalu.
Keberadaan spot foto tersebut menjadi salah satu daya tarik utama di kawasan pasar wisata yang dikenal dengan konsep tradisionalnya. Pengunjung tidak hanya menikmati kuliner khas desa, tetapi juga dapat merasakan pengalaman visual suasana dapur klasik dengan perlengkapan seperti tungku, kayu bakar, kendi, hingga tampah.
Koordinator permainan tradisional Pasar Slumpring Muhammad Sulaiman menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk memperkuat nuansa tradisional sekaligus memberikan pengalaman interaktif bagi pengunjung. “Bagi pengunjung yang ingin bermain di zona permainan tradisional ada biaya tambahan dua koin atau setara Rp5 ribu per orang. Setelah membayar tiket pengunjung bisa memainkan permainan yang ada termasuk spot foto di dapur jadul yang kami sediakan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Tribun Jateng, Minggu (19/04/2026).
Menurutnya, minat pengunjung terhadap zona permainan tradisional cukup tinggi, terutama dari kalangan anak-anak yang ingin mencoba berbagai permainan khas masa lalu. Selain itu, tersedia pula aktivitas melukis yang turut menambah variasi kegiatan di lokasi tersebut.
“Rata-rata kunjungan setiap minggu sekitar 70-100 koin bambu terkumpul. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi tentang zona permainan tradisional di Pasar Slumpring bisa memantau di akun Instagram kami @Prabucampa,” ungkap Sulaiman.
Sementara itu, Manajer Pasar Slumpring Hidayatullah menyebutkan bahwa pengembangan zona permainan tradisional ini telah dilakukan sejak 2024 melalui kolaborasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cempaka dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kehadiran wahana tersebut dinilai efektif meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Peminatnya cukup baik dan rata-rata memang anak-anak. Kalau yang dewasa paling tertarik spot foto dapur jadulnya. Kami juga ada sewa pakaian tradisional seakan kembali ke jaman dulu dimana masyarakat memasak masih menggunakan tungku, kayu dan lainnya,” terang Hidayatullah.
Dengan konsep wisata edukatif berbasis budaya, Pasar Slumpring diharapkan terus berkembang sebagai destinasi unggulan desa yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan nilai-nilai tradisional di tengah modernisasi. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara