Super El Nino Mengintai, Bupati Kampar Gerakkan Desa Bangun Kanal

KAMPAR Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar menginstruksikan seluruh pemerintah desa dan kelurahan di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk membangun kanal atau waduk penampungan air sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman Super El Nino dan musim kering yang diperkirakan berlangsung hingga 2027.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kamis (4/6/2026). Langkah itu dinilai penting karena ketersediaan air menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pemadaman Karhutla di lapangan.

“seluruh kepala desa/kelurahan agar dapat membuat kanal atau waduk tempat penampungan air di daerah rawan karhutla,” pintanya.

Menurut Ahmad Yuzar, keberadaan sumber air permanen akan mempercepat penanganan kebakaran ketika musim kemarau mencapai puncaknya. Selain keterbatasan air, petugas juga menghadapi tantangan berupa minimnya sarana dan prasarana pendukung, termasuk kendaraan operasional dan medan perbukitan maupun lahan gambut yang sulit dijangkau.

Pemkab Kampar juga meminta instansi terkait meningkatkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat sistem peringatan dini. Pemantauan cuaca secara berkala dinilai penting agar potensi Karhutla dapat terdeteksi lebih cepat dan informasi dapat segera disampaikan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Yuzar mengungkapkan bahwa sepanjang 2026, Karhutla telah terjadi di sembilan kecamatan dengan total luas lahan terdampak sekitar 81,46 hektare. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tapung, Salo, XIII Koto Kampar, Kampa, Kampar, Rumbio Jaya, Kampar Utara, Bangkinang Kota, dan Tambang.

“Dengan kekuatan yang sangat ekstrim yang akan berdampak kepada kekeringan ekstrem dan rendahnya curah hujan,” ungkapnya saat menjelaskan potensi dampak Super El Nino, sebagaimana diberitakan Tribun Pekanbaru, Kamis (04/06/2026).

Apel kesiapsiagaan tersebut melibatkan unsur gabungan dari Pemkab Kampar, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kegiatan itu juga menjadi ajang pengecekan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi ancaman Karhutla selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Azwan, menyebut jumlah personel yang disiagakan mencapai ratusan orang.

“Total lebih kurang 600 personel,” kata Azwan kepada Tribun Pekanbaru.

Selain personel, sejumlah peralatan pemadam turut disiapkan, antara lain mesin kohler, mesin apung, mesin ministrike, serta kendaraan operasional milik BPBD, Polri, dan TNI. Pemkab Kampar berharap langkah pencegahan melalui pembangunan kanal, peningkatan kesiapsiagaan, dan penguatan koordinasi dapat menekan risiko Karhutla selama musim kemarau mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Administrasi Desa Simanobak Diuji, Tim Monitoring PKK Sumut Turun Langsung

PDF 📄TOBA – Penilaian tertib administrasi tingkat provinsi menjadi momentum bagi Desa Simanobak, Kecamatan Silaen, …

Desa Tesbatan Bidik Status Desa Ekowisata Unggulan di NTT

PDF 📄KABUPATEN KUPANG – Upaya mendorong Desa Tesbatan menjadi destinasi ekowisata berkelanjutan terus diperkuat melalui …

Rehabilitasi Mangrove di Banyuasin Dorong Wisata dan Ekonomi Masyarakat

PDF 📄BANYUASIN – Pengembangan ekowisata berbasis konservasi di Hutan Desa Sungsang IV menjadi salah satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *