KABUPATEN KUPANG – Upaya mendorong Desa Tesbatan menjadi destinasi ekowisata berkelanjutan terus diperkuat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang. Program ini menggabungkan penguatan pengelolaan keanekaragaman hayati dengan pemanfaatan pemasaran digital guna meningkatkan kapasitas masyarakat dan membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Tesbatan, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang tersebut merupakan bagian dari Program Basis Informasi dan Mobilisasi Akademik (BIMA) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Fokus utamanya adalah mendukung Kelompok Tani Hutan Sismeni dalam mengembangkan desa wisata yang berkelanjutan dengan masyarakat sebagai pelaku utama.
Ketua Tim PkM, Sutan Sahala Muda Marpaung, menjelaskan bahwa pelaksanaan saat ini merupakan tahap awal berupa sosialisasi sebelum memasuki agenda pelatihan dan pendampingan yang dijadwalkan berlangsung mulai Juni 2026.
“Hari ini kita melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Tahun lalu kami juga sudah melakukan kegiatan di sini. Harapannya, melalui pengabdian ini masyarakat tidak hanya mendapatkan penyuluhan, tetapi juga peningkatan kapasitas yang berdampak pada aspek sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, Desa Tesbatan memiliki modal besar untuk berkembang sebagai kawasan ekowisata karena didukung kekayaan flora, fauna, budaya tenun Amarasi, kerajinan lokal, air terjun, hingga potensi wisata minat khusus berupa pengamatan burung.
“Kita akan membahas dan memetakan berbagai potensi yang ada, termasuk flora dan fauna. Nantinya akan ada pelatihan pemetaan potensi wilayah dan birdwatching atau pengamatan burung. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun desa ekowisata dengan masyarakat sebagai pelaku utama dan promotor pengembangannya,” jelasnya.
Program tersebut juga menitikberatkan pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas promosi produk hasil hutan dan destinasi wisata desa. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam pendampingan pemasaran berbasis digital kepada kelompok masyarakat.
Salah seorang mahasiswa yang terlibat, Jose Mario Rua Blikololong dari Program Studi Pengelolaan Hutan, mengatakan mahasiswa berperan membantu promosi berbagai produk dan potensi wisata desa melalui media digital.
“Sebagai mahasiswa yang terlibat dalam program ini, kami berperan dalam digital marketing untuk mempromosikan produk hasil hutan dari kelompok tani. Kami juga melakukan pendampingan dalam optimalisasi biodiversitas kawasan hutan untuk mendukung desa ekowisata berkelanjutan. Program ini bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekowisata dan pemasaran digital,” ungkapnya.
Ketua Kelompok Tani Hutan Sismeni, Yerri Y. Bidjae, menyambut baik program tersebut dan berharap kegiatan pendampingan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi desa secara berkelanjutan.
Program PkM ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Desa Tesbatan sebagai desa ekowisata mandiri yang tetap menjaga kelestarian lingkungan, budaya lokal, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, sebagaimana diberitakan Pos Kupang, Kamis (04/06/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara