JAKARTA – Pemerintah mendorong keterlibatan kelompok masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Joko Juliantono mengajak Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) untuk mengisi produk di gerai koperasi desa yang kini tengah dikembangkan secara masif di berbagai wilayah.
Ajakan tersebut disampaikan Ferry dalam acara Halalbihalal JATTI di Jakarta, Minggu (19/4/2026). Ia menegaskan, produk-produk hasil karya anggota JATTI berpeluang mendapatkan ruang strategis di jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang sedang dibangun pemerintah.
“Mulailah memikirkan produk apa yang bisa dihasilkan secara mandiri—sabun, sampo, kecap, saus, hingga roti. Jangan takut soal pemasaran,” ujarnya sebagaimana dilansir Inanews, Minggu (19/04/2026).
Ferry menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) siap memberikan dukungan mulai dari pembinaan hingga pembiayaan bagi pelaku usaha yang ingin berpartisipasi dalam penguatan koperasi desa.
Ia mengungkapkan, percepatan pembentukan 83.000 Koperasi Desa Merah Putih merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto sejak Maret 2025. Saat ini, program tersebut telah memasuki tahap pembangunan fisik, mencakup sekitar 25.000 gudang, gerai, serta fasilitas produksi yang tersebar di desa.
Menurut Ferry, koperasi desa dirancang memiliki empat fungsi utama, yakni mendistribusikan barang subsidi seperti LPG 3 kilogram, pupuk, beras, dan minyak goreng; mengelola gerai ritel modern setara minimarket; menjadi offtaker atau penjamin pasar hasil pertanian dengan dukungan fasilitas dryer dan cold storage; serta menyediakan layanan kesehatan dan keuangan mikro bagi masyarakat desa.
Lebih lanjut, ia menilai kemunduran koperasi selama beberapa dekade terakhir dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi liberal pascakrisis 1998, yang dinilai memberi ruang dominasi pada pelaku usaha besar. Kondisi tersebut, kata dia, berdampak pada melemahnya peran koperasi sebagai pilar ekonomi berbasis gotong royong.
Ferry menambahkan, pemerintah terus berupaya mengatasi kendala infrastruktur di desa, seperti akses listrik dan internet, melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan operasional koperasi berjalan optimal. Ia berharap kehadiran Koperasi Desa Merah Putih mampu mengembalikan peran koperasi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat di tingkat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara