HALMAHERA TIMUR – Penguatan peran Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di tingkat desa terus didorong melalui pembinaan dan pelatihan yang melibatkan kepala desa (kades) dan paralegal sebagai ujung tombak penyelesaian konflik serta penjaga akses keadilan masyarakat.
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara (Malut) menggelar kegiatan pembinaan Posbankum di Kabupaten Halmahera Timur dengan melibatkan seluruh kades. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas layanan hukum inklusif hingga ke desa.
Kepala Kanwil Kemenkum Malut Budi Argap Situngkir menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas sosial di masyarakat desa.
“Posbankum berperan strategis dalam menjaga perdamaian. Melalui kades, paralegal, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, TNI-Polri, dan seluruh pihak, kita bersama mendorong terciptanya perdamaian dari desa,” ujarnya.
Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub menyatakan bahwa keberadaan Posbankum menjadi representasi nyata kehadiran negara dalam menjamin keadilan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Posbankum merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin akses keadilan bagi masyarakat, khususnya kelompok miskin dan rentan,” katanya.
Ia menyebutkan sebanyak 102 desa di Halmahera Timur telah memiliki Posbankum aktif yang menyediakan layanan hukum gratis, mulai dari konsultasi hingga advokasi.
Sementara itu, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Mia Kusuma Fitriana menyampaikan bahwa pemantauan terhadap kinerja Posbankum terus dilakukan, termasuk peran organisasi bantuan hukum (OBH) serta optimalisasi pelatihan paralegal.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenkum Malut bekerja sama dengan Yayasan Yustisia Malut untuk memberikan pelatihan teknis, meliputi layanan mediasi, konsultasi hukum, literasi, hingga advokasi.
“Kami berharap kegiatan pendampingan seperti ini terus dilakukan agar pemahaman dan komitmen dalam mendukung akses keadilan masyarakat desa semakin kuat,” ujar perwakilan kepala desa, sebagaimana dilansir Antara, Senin, (20/04/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara