PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, bergerak cepat menangani dampak tanah longsor yang melanda Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan. Peristiwa ini merusak sejumlah rumah warga dan fasilitas umum serta memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (16/4/2026) malam. Kondisi tanah di area tebing menjadi jenuh air hingga akhirnya ambrol dan menimpa permukiman warga di sekitarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, menyampaikan bahwa pihaknya langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. “BPBD langsung menurunkan dua tim untuk penanganan, termasuk evakuasi warga dan pendataan kerusakan,” katanya sebagaimana dilansir Antara, Jumat (17/4/2026).
Hasil pendataan menunjukkan sedikitnya lima rumah terdampak. Tiga rumah mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dihuni, sementara dua lainnya rusak ringan akibat material longsor.
Sebanyak delapan warga dari rumah yang terdampak paling parah terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di lokasi yang lebih aman. Kondisi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor susulan di wilayah tersebut.
Selain permukiman, longsor juga berdampak pada infrastruktur pendidikan dan penahan tanah. Tembok dapur SD Negeri 3 Pakis serta tiga talud penahan tanah dilaporkan mengalami kerusakan.
BPBD Pacitan juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa sembako, terpal, dan selimut untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Sementara itu, tim rehabilitasi dan rekonstruksi masih melakukan pendataan lanjutan guna menghitung kebutuhan material perbaikan.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan lereng dan tebing untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi, serta segera melakukan evakuasi mandiri jika kondisi dianggap membahayakan. Upaya mitigasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko korban pada kejadian serupa di masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara