Pemerintah Diminta Perkuat Manajemen Desa Wisata di Jateng

SEMARANG – Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola desa wisata dinilai menjadi faktor penentu utama dalam mendorong desa wisata di Jawa Tengah berkembang lebih profesional dan berdampak langsung pada ekonomi warga. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng) menegaskan, potensi wisata desa tidak akan optimal tanpa dukungan manajemen dan kemampuan pengelolaan yang memadai.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah, menyoroti bahwa pengembangan desa wisata tidak cukup hanya bertumpu pada keindahan alam maupun kekayaan budaya. Menurutnya, kualitas SDM menjadi fondasi penting dalam memastikan pengelolaan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Dengan memperkuat SDM pengelola desa wisata secara signifikan, tentu akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan, kreativitas produk, serta kemandirian ekonomi desa,” ungkapnya.

Sarif, yang akrab disapa Kakung, juga menilai masih banyak pengelola desa wisata yang belum memahami tata kelola dasar, mulai dari administrasi hingga pelayanan wisatawan. Kondisi ini dinilai menjadi hambatan dalam meningkatkan daya saing destinasi berbasis desa.

“Potensi sudah ada, tapi pengelolaannya belum maksimal. Ini yang perlu diperkuat, supaya desa wisata bisa berjalan lebih profesional,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya peran aktif pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas pengelola desa wisata melalui berbagai program pelatihan. Hal tersebut mencakup manajemen operasional, penyusunan regulasi internal, hingga peningkatan standar pelayanan.

Pernyataan tersebut sebagaimana dilansir Sigi Jateng, Jumat (17/4/2026), yang juga menyoroti pentingnya penguatan kompetensi pelaku desa wisata di tingkat lokal.

“Termasuk tentunya diajarkan cara menyusun paket wisata agar lebih menarik dan memiliki nilai jual,” jelasnya.

Sarif menambahkan, tanpa pengelolaan yang baik, desa wisata berpotensi tidak mampu mempertahankan kunjungan wisatawan dalam jangka panjang. Daya tarik saja dinilai tidak cukup untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata desa.

“Kalau tidak dikelola dengan baik, wisatawan datang sekali lalu tidak kembali. Ini yang harus diantisipasi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti aspek promosi digital yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh banyak desa wisata di Jateng. Padahal, pemasaran berbasis digital menjadi kunci perluasan pasar wisata di era saat ini.

“Karena itu, peningkatan kapasitas pengelola perlu terus dilakukan agar desa wisata di Jawa Tengah bisa berkembang dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar,” tandasnya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

90 Desa Wisata Cirebon Dibidik Tembus Pasar Nasional

PDF đź“„CIREBON – Sebanyak 90 desa wisata di Kabupaten Cirebon berpeluang memperluas jangkauan promosi dan …

Musdes Sungai Jawi Bahas Arah Pembangunan Desa 2027

PDF đź“„KETAPANG – Pemerintah Desa Sungai Jawi, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat …

Monitoring BUMDes Desa Gelang, Camat Sumberbaru Tekankan Perencanaan Usaha

PDF đź“„JEMBER – Perencanaan usaha yang jelas sebelum pengajuan dana menjadi perhatian utama dalam monitoring …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *