Desa Bertahan dengan Sisa Anggaran, Ini Dampaknya

LEBAK – Kebijakan pengalihan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026 untuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak (Lebak) dan Kabupaten Pandeglang (Pandeglang), Provinsi Banten (Banten), menuai sorotan. Sebanyak 65 persen DD disebut dialokasikan untuk program tersebut, sehingga berdampak pada keterbatasan anggaran pembangunan desa.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Pandeglang, Cecep Muhidin, mengungkapkan bahwa seluruh desa di wilayahnya mengalami pengalihan anggaran tersebut.

“Iya semua rata 65 persen dialihkan ke KDMP,” katanya.

Akibat kebijakan itu, lanjutnya, desa kini hanya mengelola sekitar Rp300 juta per tahun dari DD untuk pembangunan. Meski masih terdapat tambahan dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, nilainya dinilai belum cukup untuk menutup kebutuhan pembangunan.

“Cuma Rp300 juta lebih untuk membangun desa tahun ini, tambah dari Banprov Rp120 juta, tinggal kalikan saja. Tapi Itu di luar dari DD,” katanya.

Dengan keterbatasan tersebut, desa tetap berupaya menjalankan pembangunan meski tidak maksimal.

“Masih bisa, tapi tidak maksimal. Paling hanya Rp40-Rp50 juta,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Apdesi Lebak, Ajat Sudrajat. Ia menyebut kondisi serupa terjadi di wilayahnya, di mana sebagian besar DD dialihkan untuk KDMP sehingga menyisakan sekitar 30 persen untuk pembangunan desa.

“Tinggal 30 persen lebih, atau Rp300 juta lebih. Sisanya di alihkan ke KDMP. Iya itu semuanya, karena diwajibkan,” katanya.

Menurut Ajat, kebijakan ini berpotensi memengaruhi realisasi program pembangunan desa yang telah direncanakan sebelumnya. Namun demikian, pemerintah desa tetap berupaya menyesuaikan prioritas agar pembangunan tetap berjalan.

“Kalau berdampak ya berdampak, tapi kita masih bisa upayakan agar tetap ada pembangunan sekalipun tidak maksimal,” ujarnya.

Meski menimbulkan keterbatasan, pihaknya berharap KDMP dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian desa ke depan.

“Intinya kalau KDMP berkembang, maka desa juga akan berkembang. Tapi KDMP tidak mampu, ya bisa jadi tidak akan berkembang desanya,” katanya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Strategi Baru DJP Bidik Potensi Wajib Pajak hingga Tingkat Kelurahan

PDF 📄JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menerapkan strategi baru dalam pengawasan kepatuhan perpajakan dengan …

DJP Optimalkan Basis Data Pajak Lewat Jejaring Informasi di Desa

PDF 📄JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memperluas sistem pengawasan kepatuhan perpajakan hingga tingkat desa …

Karhutla Gunung Gombak Hanguskan 15 Hektare Lahan di Ponorogo

PDF 📄PONOROGO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 15 hektare melanda kawasan Gunung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *