3 Koperasi Desa Selesai di Banggai, Puluhan Lainnya Menyusul

BANGGAI Tiga Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Banggai telah rampung dibangun dan mulai beroperasi, dengan salah satunya berada di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, yang kini menjadi pusat aktivitas ekonomi warga berbasis komoditas lokal.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Banggai Amirudin saat mendampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dalam peninjauan langsung ke lokasi koperasi, Minggu (12/4/2026). Selain tiga koperasi yang telah selesai, sebanyak 85 unit lainnya masih dalam tahap pencarian lahan untuk pembangunan lanjutan.

“Ini yang terus kita proses agar mereka bisa memiliki lahan, apakah lahan Pemda atau lainnya,” tuturnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bubung telah dilengkapi fasilitas berupa gerai depan dan gudang penyimpanan di bagian belakang. Koperasi ini mengelola berbagai unit usaha yang sebelumnya telah berjalan secara terbatas di Balai Desa, kini dipusatkan di Dusun 2 Bubung untuk meningkatkan efektivitas pelayanan.

Kepala Desa (Kades) Bubung Idham Milang menjelaskan bahwa sejumlah usaha seperti penjualan gas elpiji, pupuk cair, beras, dan minyak goreng telah beroperasi sebelum pembangunan koperasi selesai. “HET paling tinggi Rp19 ribu,” ujarnya. “Sudah jalan,” tuturnya.

Selain itu, koperasi juga mengembangkan sektor pertanian dengan membeli kelapa dalam dari warga. Idham menyebut sebagian besar petani di desa tersebut telah terlibat dalam aktivitas koperasi. “Satu tahun 240 ribu butir, sekitar 80 ton,” paparnya.

Hasil kelapa tersebut kemudian dipasarkan melalui kerja sama dengan pihak industri pengolahan minyak. “Kita sudah buka ke Bimoli,” ujarnya. Ke depan, koperasi juga berencana mengembangkan pengolahan tempurung kelapa menjadi arang, meskipun masih membutuhkan tambahan lahan untuk fasilitas produksi. “Tapi kita masih perlu lokasi,” katanya.

Secara fisik, bangunan koperasi memiliki luas 20 x 30 meter persegi dan berdiri di atas lahan 32 x 20 meter persegi. Desa Bubung sendiri dihuni hampir dua ribu jiwa dan menjadi salah satu titik strategis karena keberadaan Bandara Syukuran Aminuddin Amir di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah berharap keberadaan koperasi ini mampu memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal serta mendorong kemandirian masyarakat melalui pengelolaan usaha yang terintegrasi dan berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Tertinggal Digital, Gubernur Lampung Minta Intervensi Pusat

PDF đź“„LAMPUNG – Ketimpangan distribusi ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Provinsi Lampung masih …

Isu Dana Desa Dipangkas Dibantah, Pemerintah Ubah Tata Kelola

PDF đź“„JAKARTA – Pemerintah pusat menegaskan tidak ada pemotongan Dana Desa (DD), melainkan hanya melakukan …

Akses Warga Terganggu, Jembatan di OKI Tak Bisa Dilalui

PDF đź“„KAYUAGUNG – Kondisi jembatan besi di Desa Penyandingan, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *