Tiga Desa di Sukabumi Diterjang Bencana, Rumah Rusak dan Jalan Terputus

SUKABUMI – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat, 3 April 2026, memicu longsor serta merusak sejumlah rumah warga di tiga desa, yakni Desa Sukakersa, Desa Parakansalak, dan Desa Lebaksari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah rumah dan infrastruktur terdampak.

Peristiwa bencana terjadi dalam dua rentang waktu berbeda, yakni pagi dan sore hari. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, Jujun Juaeni, menjelaskan bahwa kejadian pertama terjadi sekitar pukul 04.30 WIB di Desa Sukakersa, disusul kejadian berikutnya pada pukul 16.15 WIB di Desa Parakansalak dan Desa Lebaksari.

Di Desa Sukakersa, longsor terjadi pada jalan setapak dengan panjang sekitar 16 meter, tinggi 6 meter, dan lebar 1 meter. Material longsoran tersebut mengancam satu unit rumah milik Doni Priatmo yang dihuni lima jiwa di Kampung Lembursawah.

Sementara itu, di Desa Parakansalak, angin kencang menyebabkan kerusakan pada atap sejumlah rumah warga. Rumah terdampak antara lain milik Arif Rahmat, Abidin, Ismatullah, Depi Supriatna Hamijaya, serta Maman Supriatna. Selain itu, jalan setapak di wilayah setempat dilaporkan putus dan mengancam rumah milik Rica Budi yang dihuni empat jiwa.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Lebaksari, di mana beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, termasuk milik Elan, Oman, dan Engkos.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian materil masih dalam tahap kajian,” kata Jujun.

Dalam penanganan darurat, petugas telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Parakansalak, pemerintah desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta aparat setempat seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).

“Adapun kebutuhan mendesak di lokasi terdampak meliputi terpal, material bangunan, bronjong, serta peralatan dapur,” ujarnya.

Meski sejumlah infrastruktur terdampak, kondisi wilayah dilaporkan masih terkendali. Akses jalan setapak masih dapat dilalui, dan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan masih bisa ditempati, sementara warga diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Akses Jalan Mantangai Diharapkan Lebih Baik pada 2027

PDF đź“„Dalam Safari Jumat di Desa Rantau Jaya, Bupati Kapuas meresmikan Masjid Al-Qayyum sekaligus menyoroti …

Koperasi Merah Putih Diharapkan Buka Pasar Baru bagi UMKM dan Petani

PDF đź“„Pelaku UMKM di Purworejo dan petani belimbing di Blitar berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih …

Baru 16,77 Persen, Penegasan Batas Desa di Indonesia Dikebut

PDF đź“„Capaian penegasan batas desa secara nasional baru 16,77 persen hingga Agustus 2026, sehingga pemerintah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *