AGAM – Banjir yang melanda Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), memaksa sedikitnya 100 kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman sejak Rabu (1/4/2026) sore.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam Rahmat Lasmono mengatakan, warga mulai mengungsi sekitar pukul 17.30 WIB setelah air Sungai Batang Kumayo meluap akibat curah hujan tinggi. “100 kepala keluarga ini mengungsi di rumah warga dan keluarga yang aman dari banjir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meluapnya sungai dipicu pendangkalan badan sungai yang merupakan dampak dari banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025. Kondisi tersebut memperparah luapan air saat hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.
Akibatnya, sedikitnya 10 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. “Banjir juga menjebol dinding TK Labuah, Kecamatan Tanjung Raya,” katanya.
BPBD Agam bersama pemerintah kecamatan dan nagari setempat telah melakukan koordinasi untuk mendata jumlah warga terdampak dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. “Kita telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari untuk pendataan,” ujarnya.
Selain itu, BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Warga diminta segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko bencana susulan.
Imbauan serupa juga disampaikan kepada para pengendara yang melintasi jalur rawan longsor seperti Kelok 44, Sungai Landia, dan Panta agar lebih berhati-hati, mengingat potensi longsor masih tinggi saat cuaca ekstrem.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya mitigasi bencana berbasis wilayah, khususnya pada daerah yang memiliki riwayat banjir bandang, guna meminimalkan dampak kerusakan dan korban di masa mendatang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara