DELISERDANG – Desa Percut ditetapkan sebagai kawasan intervensi terpadu untuk penanganan stunting sekaligus penataan kawasan kumuh oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang. Program ini menyasar perbaikan kualitas hunian, akses air bersih, sanitasi, serta infrastruktur dasar dengan harapan menjadi model percontohan bagi wilayah lain di kabupaten tersebut.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri tanpa disertai perbaikan lingkungan. “Desa Percut kita pilih sebagai kawasan intervensi stunting sekaligus penataan kawasan kumuh. Ini akan kita jadikan percontohan di Deli Serdang,” ujarnya saat Berjemur di Kecamatan Percut Sei Tuan.
Hingga saat ini, satu unit rumah tidak layak huni telah berhasil direnovasi menjadi layak huni dalam waktu kurang dari dua bulan sejak peletakan batu pertama pada Februari. Pembangunan tiga unit rumah tambahan dengan ukuran 6×7 meter telah dimulai, disertai perbaikan jalan lingkungan dan akses air bersih melalui pembangunan sumur bor yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menjamin keberlanjutan operasional dan perawatan.
Program ini fokus pada masyarakat berpenghasilan rendah. Bupati meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan insentif bagi warga di desil 1 agar dapat meningkatkan taraf hidup mereka. “Kalau ada yang tidak dapat bansos dari pusat, kita bantu lewat pemerintah daerah. Baznas juga bisa menggunakan dana yang dihimpun untuk membantu memberikan insentif. Harapannya mereka yang selama ini tidak berpenghasilan alias berada di desil 1, bisa naik tingkat karena bantuan-bantuan yang diberikan,” jelasnya.
Selain itu, Bupati mengungkapkan rencana pengadaan alat penghisap pasir untuk normalisasi kawasan muara dan mendorong pelebaran sungai guna mengurangi risiko banjir serta meningkatkan produktivitas wilayah pesisir. Desa Percut juga diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
“Mari bersama-sama kita majukan Desa Percut ini. Apanya yang saya buat tentu harus didukung oleh masyarakat setempat. Tidak bisa saya atau pemerintah daerah bekerja sendiri. Saya mohon dukungannya,” pungkas Bupati. Kegiatan Berjemur yang juga dihadiri Ketua Tim Penggerak (TP) PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan, dirangkai dengan penyerahan Upah Pungut (UP) kepada camat, kepala desa, dan kepala dusun. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara