Pemerintah Atur Ulang Kopdes, Fokus pada Manfaat Ekonomi Desa

JAKARTA – Pemerintah mulai mengalihkan fokus pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dari tahap pembangunan fisik menuju penguatan operasional melalui penyusunan Instruksi Presiden (Instruksi Presiden/Inpres) baru.

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyatakan, regulasi tersebut disiapkan sebagai panduan teknis agar ribuan koperasi yang telah terbentuk dapat segera berfungsi optimal dalam melayani kebutuhan masyarakat desa.

“Kami juga bersama-sama akan menyusun Inpres mengenai operasionalisasi Kopdes Merah Putih,” ujarnya usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin program koperasi berhenti pada pembangunan infrastruktur semata, melainkan harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Tidak ada kata lain kecuali ini harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Zulkifli.

Data Kementerian Koperasi (Kemenkop) per 30 Maret 2026 menunjukkan, pembangunan fisik Kopdes/Kel Merah Putih telah mencapai sekitar 34 ribu unit fasilitas berupa gudang, gerai, serta sarana pendukung lainnya di berbagai daerah.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 2.500 unit telah rampung dan siap dimanfaatkan sebagai pusat distribusi barang dan layanan ekonomi di tingkat desa.

Sementara itu, dari aspek kelembagaan, tercatat sebanyak 83 ribu Kopdes/Kel Merah Putih telah memiliki badan hukum, yang menjadi landasan operasional dalam menjalankan kegiatan usaha secara profesional.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menjelaskan, Inpres yang sedang disusun juga akan mengatur pembagian peran antar kementerian dan lembaga agar implementasi program berjalan efektif.

“Nanti pembagian tugas Agrinas apa, Kemendes apa, Kemenkop apa, itu juga cenderung fokus ke operasionalisasi,” jelasnya.

Ke depan, Kopdes/Kel Merah Putih dirancang sebagai pusat layanan ekonomi terpadu di desa yang tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok, tetapi juga melayani distribusi barang bersubsidi, layanan kesehatan dasar, hingga pembiayaan mikro.

Dengan penguatan aspek operasional, pemerintah berharap koperasi desa dapat bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara langsung. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Banjir 1,8 Meter Rusak Rumah Lansia, Pemkab Brebes Turun Tangan

PDF đź“„BREBES – Banjir bandang Sungai Babakan yang melanda Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan, memporak-porandakan …

Camat Comal Dorong Program CO-SETING dan KEMEDI

PDF đź“„PEMALANG – Pertemuan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) se-Kecamatan Comal digelar di Desa …

Desa Soligi Catat Penurunan Stunting Berkat Program Harita Nickel

PDF đź“„JAKARTA – Program Soligi Zero Stunting di Pulau Obi, Maluku Utara, menunjukkan tren positif …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *