PURWOKERTO – Tradisi seni pertunjukan rakyat ebeg kembali memikat perhatian warga di eks Karesidenan Banyumas pada Selasa, 31 Maret 2026, dengan menampilkan beragam grup dari berbagai wilayah. Kali ini, fokusnya bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal di tengah modernisasi.
Di Kabupaten Purbalingga, empat titik pertunjukan menghadirkan grup berbeda, antara lain Turonggo Jati Mulyo di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, dan Satria Candi Laras di Tepuswetan, Kecamatan Rembang. Warga Simanggis, Bedagas, Kecamatan Pengadegan dapat menikmati aksi Cakra Buana Sida Ana, sementara Sekar Wahyu Manunggal tampil di Pagersari, Tumanggal, Kecamatan Pengadegan.
Sementara itu, Kabupaten Banjarnegara menampilkan pertunjukan di empat lokasi. Ngudi Rahayu menghibur masyarakat di Tipar, Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, diikuti Turonggo Mulyo di belakang Bank BRI Susukan. Setia Kencana tampil di Rawapakis, Kalisat Kidul, Kecamatan Kalibening, sedangkan Tri Rahayu memeriahkan Prusul, Serang, Kecamatan Bawang.
Di Kabupaten Kebumen, grup Cipto Rahayu mengisi pertunjukan di Brenggang, Argosari, Kecamatan Ayah. Sementara di Kabupaten Cilacap, tiga titik pentas menghadirkan Capur Laras di Jl. Tirem, Gumarang, Sikampuh; Turonggo Budoyo Jati di Randegan, Kr. Jati, Kecamatan Sampang; dan Sekar Budaya Damar Sejati di Cikembulan, Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi. Pertunjukan tambahan juga digelar di Komplek Polsek Cipari, Kecamatan Cipari oleh Putra Jati Laras.
Penyelenggara berharap keberadaan pertunjukan ebeg dapat mendorong generasi muda lebih mengenal dan mencintai budaya tradisional, sekaligus menjadi daya tarik wisata lokal. “Kami ingin budaya ini tetap hidup dan dikenal banyak orang, bukan sekadar hiburan sesaat,” ujar salah satu pegiat budaya lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara