GRESIK – Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, menunjukkan bagaimana potensi lokal bisa jadi penggerak ekonomi desa. Sejak dibukanya Wisata Edu Lontar Sewu pada 2019, desa ini berhasil mendongkrak pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga 2026.
Hamparan 190 hektare pohon lontar bukan sekadar pemandangan khas, tapi juga menjadi sumber penghidupan utama warga. Produk andalan desa ini, legen—minuman tradisional dari getah bunga lontar—menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Seiring pertumbuhan wisata, pola pemasaran legen juga berubah; pembeli kini datang langsung ke desa, memudahkan petani lokal dalam menjual produknya.
Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Hendrosari, Aristoteles, mengatakan, “Keberadaan Edu Wisata Lontar Sewu membawa dampak besar. Banyak warga mulai membuka warung maupun usaha mandiri yang semakin memperkuat perekonomian desa,”
Wisata ini juga menyerap tenaga kerja lokal, dengan 63 warga terlibat langsung dan 47 UMKM aktif beroperasi. Dukungan perbankan, khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sarana produksi seperti mesin pendingin, memperkuat keberlanjutan usaha. Program Desa BRILiaN BRI menitikberatkan pada penguatan kelembagaan desa, digitalisasi layanan keuangan melalui BRImo dan AgenBRILink, pengembangan ekonomi berkelanjutan, serta inovasi desa.
Keberhasilan Desa Hendrosari menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan potensi lokal, didukung kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, pelaku UMKM, dan perbankan, mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Desa ini terus bergerak menjadi desa wisata yang mandiri, produktif, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.[]
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara