BATANG – Kekhawatiran terhadap pencemaran Sungai Kemantren di Desa Tombo mendorong puluhan relawan dari berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan turun langsung melakukan aksi bersih sungai. Kegiatan yang melibatkan 42 relawan itu digelar pada Senin (15/6/2026) sebagai upaya menjaga sumber air yang masih dimanfaatkan ratusan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Aksi gotong royong tersebut difokuskan pada pembersihan sampah rumah tangga dan limbah popok bayi yang ditemukan menumpuk di sejumlah titik aliran sungai. Kondisi itu dinilai mengancam kualitas lingkungan sekaligus berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat yang bergantung pada sumber air tersebut.
Sungai Kemantren memiliki peran penting bagi warga Desa Tombo dan wilayah Kebunbatur, Desa Wonomerto. Selain digunakan lebih dari 100 keluarga, aliran sungai juga dimanfaatkan untuk kebutuhan satu masjid, dua musala, satu madrasah diniyah, dan satu sekolah dasar.
Anggota Komunitas Sutarengga, Rohman, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlangsungan sumber air bersih.
“Sungai ini sangat penting bagi masyarakat. Karena itu kami tergerak untuk membersihkan alirannya dari berbagai jenis sampah yang selama ini mencemari lingkungan. Harapannya masyarakat semakin sadar untuk tidak membuang sampah ke sungai,” kata Rohman kepada Tribunjateng, Senin (15/6/2026).
Kegiatan Bersih Sungai Chapter 2 melibatkan Pemuda Tombo RT 09, Pemuda Kebunbatur, Komunitas Sutarengga, Komunitas Peternak Pangon Mulyo, Komunitas Pemancing Toman, Ansor Ranting Tombo, serta Komunitas Pemuda Tombo Wetan. Dengan peralatan sederhana, para peserta menyusuri aliran sungai untuk mengangkat sampah plastik, popok sekali pakai, dan berbagai limbah rumah tangga yang menyumbat aliran air.
Selama kegiatan berlangsung, puluhan kantong sampah berhasil dikumpulkan. Setelah aksi pembersihan, relawan bersama perangkat desa juga menggelar diskusi untuk membahas langkah lanjutan dalam penanganan persoalan sampah, termasuk peningkatan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga.
Rohman berharap gerakan tersebut mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kami ingin masyarakat mulai menyelesaikan persoalan sampah dari rumah masing-masing melalui pemilahan dan pengolahan yang benar. Jika kesadaran itu tumbuh, sungai akan tetap bersih dan kesehatan masyarakat juga lebih terjaga,” harapnya.
Melalui kolaborasi lintas komunitas dan dukungan masyarakat, upaya menjaga kebersihan Sungai Kemantren diharapkan dapat berlangsung berkelanjutan sehingga manfaat sumber air tetap dirasakan warga dalam jangka panjang, sebagaimana diberitakan Tribun Jateng, Senin, (15/06/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara