Krayahan Bubur Suro Perkuat Identitas Budaya Desa Jambu Timur

JEPARA – Tradisi Krayahan Bubur Suro kembali digelar masyarakat Desa Jambu Timur, Kabupaten Jepara, sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan warga dalam menyambut Tahun Baru Jawa 2026. Sebanyak 500 porsi Bubur Suro disiapkan untuk dikirab dan dibagikan kepada masyarakat pada rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 15–16 Juni 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan warga RW 5 Desa Jambu Timur tersebut mengusung tema “Suro Diro Joyo Jayadiningrat, Lebur Dening Pangastuti”. Rangkaian acara menghadirkan berbagai aktivitas budaya, spiritual, dan sosial yang melibatkan masyarakat setempat.

Agenda dimulai pada Senin (15/6/2026) dengan ziarah ke empat makam tokoh yang dihormati masyarakat, yakni Mbah Kawak, Mbah Santem, Mbah Umar, dan Mbah Suluk. Pada malam 1 Suro, kegiatan dilanjutkan dengan tirakatan dan doa bersama yang diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, penyerahan santunan kepada anak yatim, kirab selametan malam 1 Suro, ruwatan, tahlil, doa bersama, ular-ular Suro, hingga makan bersama sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan warga.

Puncak kegiatan berlangsung pada Selasa (16/6/2026) melalui senam bersama, jalan sehat, serta kirab 500 porsi Bubur Suro yang menjadi simbol harapan akan keberkahan dan keselamatan pada tahun yang baru.

Kegiatan tersebut rencananya dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Jepara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, serta Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara. Kehadiran para pejabat daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi yang masih terjaga di tengah masyarakat desa.

Ketua panitia penyelenggara, Nur Yanto, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaga warisan budaya leluhur sekaligus mengajak masyarakat untuk menyambut Bulan Suro dengan penuh rasa syukur, kebersamaan, dan semangat melestarikan tradisi,” ujar Nur Yanto, sebagaimana diberitakan Suarabaru, Senin (15/06/2026).

Selain prosesi budaya, panitia juga menyiapkan pembagian Bubur Suro secara simbolis dan pengundian doorprize bagi masyarakat yang hadir. Tradisi tahunan tersebut diharapkan terus menjadi ruang silaturahmi warga sekaligus memperkokoh identitas budaya Desa Jambu Timur agar tetap lestari dari generasi ke generasi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Senyum Anak Desa Sade Kembali, Bantuan Sekolah Disalurkan Pascakebakaran

PDF đź“„NUSA TENGGARA BARAT – Dukungan untuk anak-anak korban kebakaran di Desa Adat Sade, Kabupaten …

Rumah Adat Sade Akan Dibangun Lagi, Keselamatan Jadi Perhatian

PDF đź“„LOMBOK TENGAH – Warga Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menyusun …

Tirakatan Perdana di Desa Klitih Jadi Momentum Pererat Warga

PDF đź“„JAWA TENGAH – Warga RT 04 dan RT 05 RW 01 Desa Klitih, Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *