Upaya Preventif Karhutla, Polda Riau Gandeng Warga Pesisir

BENGKALIS – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus penguatan ekonomi masyarakat pesisir dilakukan melalui penanaman 200 pohon geronggang dan penyaluran bantuan mesin ketinting kepada nelayan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Jumat (27/03/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kepolisian Daerah (Polda) Riau ini menjadi bagian dari pendekatan terpadu dalam menjaga ekosistem gambut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penanaman pohon dilakukan di wilayah rawan karhutla sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko kebakaran yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Herry Heryawan, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga menyasar peningkatan ekonomi masyarakat melalui bantuan sarana operasional nelayan.

“Kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi komitmen bersama dalam menjaga lingkungan serta membantu masyarakat agar lebih sejahtera,” ujar Kapolda.

Selain penanaman pohon, bantuan mesin ketinting diberikan kepada nelayan untuk mendukung aktivitas melaut agar lebih efisien dan produktif. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau Ade Kuncoro, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Riau Eko Budhi Purwono, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bengkalis Fahrian Saleh Siregar, Komandan Rayon Militer (Danramil) Rupat, Camat Rupat Utara, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah.

Di sisi lain, pengamat publik Rocky Gerung menyoroti pendekatan yang dilakukan melalui konsep Green Policing, yakni integrasi antara penegakan hukum dan kesadaran ekologis.

“Pak Kapolda datang dengan ide baru, ide Green Policing yang biasanya dicerca oleh masyarakat, pengamat dan politisi. Ngapain polisi ngatur hal yang bersifat ilmiah yang bukan bagian tugas pokok polisi mencegah kriminalitas?” kata Rocky Gerung.

Ia juga menilai bahwa kerusakan lingkungan memiliki kaitan erat dengan potensi kriminalitas di masyarakat.

“Kriminal itu adalah akibat kerusakan sosial. Setiap ada kerusakan sosial, di dalamnya ada potensi kriminal. Kerusakan lingkungan adalah kerusakan sosial yang paling berbahaya di bumi,” imbuh Rocky Gerung.

Masyarakat Desa Tanjung Punak menyambut positif kegiatan tersebut. Partisipasi aktif warga dalam penanaman pohon serta penerimaan bantuan menunjukkan adanya dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan.

Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi masyarakat pesisir di wilayah perbatasan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Ada Sembako Murah Bareng Prabowo, Kawasan Monas Berpotensi Padat

PDF 📄JAKARTA – Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (Jakpus), …

Gibran Salat Jumat di Boyolali, Disambut Hangat Santri

PDF 📄BOYOLALI – Kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka ke Pondok Pesantren (Ponpes) Annajah …

Negara Kecil, Daya Tarik Besar: Slovenia Makin Populer

PDF 📄LJUBLJANA – Lonjakan kunjungan wisatawan internasional pada awal 2026 mendorong Slovenia memperkuat posisinya sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *