BOGOR, DESA – NUSANTARA: Pilihan karier lulusan sarjana akuntansi umumnya identik dengan pekerjaan profesional di kota besar. Namun, jalan berbeda ditempuh Wahyudin. Pria kelahiran 1988 itu justru kembali ke kampung halamannya di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, untuk menekuni sektor pertanian.
Keputusan tersebut menjadi titik awal perubahan arah pembangunan di desa yang sebelumnya berada dalam bayang-bayang aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Alih-alih mencari peluang di pusat ekonomi, Wahyudin—yang akrab disapa Kang Wahyu—memilih membangun fondasi ekonomi lokal berbasis potensi desa.
Selama bertahun-tahun, masyarakat Kalongliud menghadapi tekanan ekonomi yang tidak ringan. Kerusakan infrastruktur irigasi akibat bencana pada 2020 memperburuk kondisi pertanian. Produktivitas menurun, sementara biaya produksi meningkat. Dalam situasi itu, sebagian warga beralih bekerja di tambang ilegal demi memperoleh penghasilan cepat, meski menyadari risiko keselamatan dan dampak lingkungannya.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mendalam bagi Wahyudin. Ia menilai, tanpa solusi ekonomi yang konkret dan berkelanjutan, peralihan warga ke aktivitas PETI akan semakin meluas dan menggerus masa depan desa. Karena itu, ia memilih bertahan dan memfokuskan diri pada penguatan sektor pertanian sebagai alternatif sumber penghidupan yang lebih aman serta berjangka panjang.
Langkah tersebut tidak sekadar keputusan personal, melainkan strategi sosial untuk memulihkan optimisme desa. Pertanian dipandang bukan hanya sebagai mata pencaharian, tetapi juga sebagai instrumen perubahan sosial dan ekonomi. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan warga pada praktik tambang ilegal sekaligus menghidupkan kembali fungsi lahan pertanian yang sempat terpuruk.
Transformasi yang dimulai dari satu pilihan berani itu menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak selalu dimulai dari proyek besar, melainkan dari keberanian individu membaca persoalan dan menghadirkan alternatif nyata di tengah keterbatasan.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara