JAKARTA DESA NUSANTARA Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat pemerataan ekonomi nasional melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, sebuah program strategis yang dirancang untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperluas lapangan kerja di seluruh pelosok Indonesia.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa modernisasi menjadi kunci utama dalam menarik keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan koperasi desa.
“Menarik minat anak muda itu tidak cukup hanya dengan rebranding. Kita harus buktikan bahwa koperasi dikelola secara modern dan profesional. Jika koperasi sudah modern, anak muda akan datang dengan sendirinya,” ujarnya.
Ferry menekankan bahwa koperasi desa akan diarahkan untuk mengadopsi sistem manajemen digital, menerapkan transparansi keuangan, serta memanfaatkan teknologi modern termasuk kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan efisiensi dan daya saing.
“Transformasi digital bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap koperasi sebagai lembaga ekonomi yang transparan dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.
Sebagai langkah nyata, Kementerian Koperasi telah menyiapkan ekosistem pendampingan komprehensif melalui penempatan 1.104 Project Management Officer (PMO) di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, didukung 8.000 pendamping usaha yang bertugas membimbing koperasi secara langsung di lapangan. Pemerintah juga mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa serta menerapkan sistem pengawasan berbasis kejaksaan untuk menjamin tata kelola koperasi berjalan transparan dan akuntabel.
“Selain itu, seluruh tenaga kerja koperasi akan diberikan pelatihan berkelanjutan agar memiliki kompetensi manajerial dan kewirausahaan yang memadai. Kita ingin koperasi menjadi lembaga ekonomi modern yang mampu bersaing di era digital,” kata Ferry.
Hingga kini, program tersebut telah mencatat berdirinya 82.320 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia, sebagian di antaranya telah beroperasi aktif. Pemerintah menargetkan seluruh koperasi desa dapat beroperasi penuh pada Maret 2026, seiring dengan percepatan pembangunan gerai dan gudang oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) sesuai Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025.
Ferry optimistis keberadaan Koperasi Desa Merah Putih mampu menciptakan hingga satu juta lapangan kerja baru pada akhir 2025. Setiap koperasi desa diproyeksikan menyerap 20 hingga 25 tenaga kerja melalui tujuh unit usaha utama, yakni gerai sembako, klinik, apotek, kantor koperasi, unit simpan pinjam, pergudangan, dan logistik.
“Koperasi Merah Putih adalah simbol kemandirian ekonomi nasional. Dari desa, kita bangun kekuatan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, yang menilai koperasi merupakan instrumen efektif untuk menggerakkan potensi ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Koperasi desa menjadi penggerak ekonomi lokal yang mampu membuka peluang usaha baru, memperkuat sektor riil, dan menciptakan pemerataan ekonomi,” katanya.
Sultan juga menegaskan pentingnya melibatkan BUMDes dalam ekosistem koperasi agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
“Ketika BUMDes dan koperasi bergerak bersama, maka rantai ekonomi akan berputar di desa dan kesejahteraan warga akan meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPD RI akan terus mengawal kebijakan pemerintah dalam memperluas peran koperasi desa sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
“Kita ingin agar pembangunan ekonomi benar-benar dimulai dari desa. Pemerataan ekonomi bukan hanya slogan, tetapi gerakan nyata melalui koperasi desa,” tegas Sultan.
Sinergi kuat antara pemerintah, DPD RI, dan masyarakat diharapkan menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai fondasi utama pemerataan ekonomi nasional dan wujud nyata kebangkitan ekonomi rakyat Indonesia.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara