REMBANG – Pengurus Karang Taruna Kabupaten Rembang menyiapkan penanaman 1.500 pohon di kawasan pesisir dan sekitar aliran sungai serta tambak di Kecamatan Kaliori. Program tersebut menjadi bagian dari Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) 2026 yang juga mencakup penyaluran 150 paket sembako bagi masyarakat di desa-desa yang masuk kategori miskin ekstrem.
Rangkaian kegiatan itu disampaikan dalam Jambore Apel Karang Taruna di Pantai Pasir Putih Wates, Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti 192 pengurus Karang Taruna tingkat kabupaten dan kecamatan, serta dihadiri perwakilan Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang, Dumadiyono, yang akrab disapa Yon, mengatakan gerakan penghijauan akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Universitas Diponegoro (Undip). Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diteruskan oleh pengurus di tingkat kecamatan hingga desa.
“Yang ketiga, kita tindak lanjuti dengan penanaman 1.500 pohon di Pantai Wates dan sekitarnya di Kecamatan Kaliori, termasuk wilayah sungai dan tambak, berkolaborasi dengan Undip. Harapan kita, setelah kegiatan ini selesai, teman-teman di tingkat kecamatan bisa meneruskan gerakan serupa hingga ke tingkat desa secara berkelanjutan,” pungkas Yon.
Selain pelestarian lingkungan, Karang Taruna juga merencanakan aksi sosial berupa pembagian bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang menghadapi kemiskinan ekstrem. Program tersebut diarahkan ke desa-desa yang termasuk dalam kategori tersebut.
“Tujuan utamanya jelas untuk konsolidasi silaturahmi Karang Taruna kabupaten, kecamatan, hingga provinsi agar kita bersatu. Yang kedua, ada pembagian 150 paket sembako bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat di desa-desa yang masuk kategori miskin ekstrem,” papar Yon.
Untuk memperkuat kapasitas organisasi dan kemampuan pemuda, BBKT 2026 juga diisi Sekolah Inklusi Pancasila dengan menghadirkan penggiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Yogyakarta, Ari Budiman, bersama tim. Selain itu, diselenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi pengurus Karang Taruna tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Menurut Yon, kegiatan tahun ini dimajukan dari jadwal puncak peringatan hari lahir Karang Taruna yang jatuh pada 26 Oktober. Penyesuaian dilakukan karena padatnya agenda di tingkat provinsi dan kabupaten.
“Ini dalam rangka memper memperingati hari lahir Karang Taruna melalui BBKT. Sebenarnya puncaknya tanggal 26, namun karena agenda di tingkat provinsi dan kabupaten sangat padat, maka kita laksanakan hari ini. Tapi jaraknya masih sangat dekat dengan tanggal puncaknya,” jelas Yon.
Bupati Rembang Harno mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena mempertemukan pengurus Karang Taruna dari berbagai tingkatan. Ia berharap forum itu dapat memperkuat komunikasi dan menyatukan arah gerak pemuda untuk mendukung pembangunan daerah.
“Terima kasih, pada hari ini digelar kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna Kabupaten Rembang tahun 2026. Harapan kita, dengan adanya kegiatan ini semua perwakilan Karang Taruna di Kabupaten Rembang hadir, bahkan perwakilan dari provinsi juga ada,” ujar Harno di lokasi acara, Sabtu (17/10/2026).
Harno juga menilai komunikasi antarpengurus diperlukan untuk merumuskan gagasan dan solusi bagi kemajuan daerah.
“Ini dalam rangka menyatukan visi, misi, dan komunikasi untuk memberikan solusi dalam bentuk apapun demi kebaikan serta kemajuan Kabupaten Rembang,” tegasnya.
Mengenai dukungan pendanaan, Harno menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berupaya mendukung berbagai sektor melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dengan tetap mempertimbangkan kewajiban, skala prioritas, dan kemampuan fiskal daerah.
“Prinsipnya APBD Rembang akan selalu berusaha bisa membantu di semua sektor. Namun karena sektor yang harus ditangani sangat banyak, tentu sudah ada hitung-hitungannya; mana yang wajib terpenuhi, prioritas kedua, ketiga, dan seterusnya. Kita harus pandai mengatur dan membagi agar semua organisasi bisa bergerak dan menikmati,” terangnya.
Pelaksanaan BBKT 2026 diharapkan memperkuat peran Karang Taruna dalam kegiatan sosial, peningkatan kapasitas pemuda, dan pelestarian lingkungan. Bagi desa-desa di Rembang, keberlanjutan program menjadi penting agar aksi penghijauan dan kepedulian sosial dapat diteruskan setelah rangkaian kegiatan tingkat kabupaten berakhir, sebagaimana diberitakan Disway Jateng, Sabtu, (17/10/2026). [] Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara