RKAB Batu Bara Mulai Normal, Bupati Kutim Optimistis

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman berharap normalisasi RKAB sektor pertambangan pada 2026 menjadi momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi daerah pada 2027.

ADVERTORIAL – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, optimistis perekonomian daerah berpeluang kembali menguat pada 2027 menyusul perkembangan positif persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan batu bara pada 2026 yang dilaporkan mulai normal.

Perkembangan tersebut menjadi harapan baru bagi pemulihan ekonomi Kutim setelah aktivitas produksi batu bara mengalami penurunan sepanjang 2025 dan berdampak terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ardiansyah mengungkapkan bahwa pemerintah pusat mulai mengembalikan persetujuan RKAB sektor pertambangan ke kondisi normal. Dengan perkembangan tersebut, aktivitas produksi batu bara diharapkan kembali meningkat dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Ardiansyah menyampaikan persoalan pertumbuhan ekonomi daerah seusai menghadiri Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim di Gedung DPRD Kutim.

“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa melihat hasil dari pertumbuhan tahun ini,” katanya, Kamis (08/10/2026).

Harapan tersebut berkaitan dengan besarnya pengaruh sektor pertambangan terhadap struktur perekonomian Kutim. Selama ini, perubahan volume produksi batu bara turut menentukan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kutim pada 2025 tercatat sebesar 1,05 persen, melambat dibandingkan capaian 2024 sebesar 9,82 persen.

Sektor pertambangan dan penggalian bahkan menyumbang 70,16 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim pada 2025. Dominasi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian daerah masih sangat bergantung pada kegiatan pertambangan.

“Dominasinya ada pada pertambangan dan batubara yang pada tahun 2025 itu mendapatkan pengurangan produksi. Sehingga karena pengurangan produksi maka itu juga akan menggerus pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, penyesuaian produksi batu bara pada 2025 turut memengaruhi kinerja ekonomi daerah. Karena itu, normalisasi RKAB pada 2026 diharapkan menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kembali aktivitas pertambangan.

Selain berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, pengurangan produksi sebelumnya juga sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan tenaga kerja di perusahaan pertambangan.

Meski demikian, Ardiansyah menilai dampak pengurangan tenaga kerja tidak terlalu besar karena sejumlah perusahaan masih berupaya mempertahankan karyawan meskipun menghadapi penyesuaian rencana produksi.

“Ini kita terima kasih kepada perusahaan,” tuturnya.

Di tengah upaya pemulihan sektor pertambangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim juga terus memperkuat sektor ekonomi lainnya, termasuk melalui program bantuan permodalan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru sehingga ketergantungan daerah terhadap industri batu bara secara bertahap dapat dikurangi.

Dengan mulai normalnya persetujuan RKAB dan penguatan sektor nonpertambangan, Pemkab Kutim berharap pemulihan ekonomi pada 2027 dapat berjalan lebih stabil sekaligus memberikan manfaat bagi dunia usaha, tenaga kerja, dan kesejahteraan masyarakat. []

About admin04

Check Also

Pemkab Kutim Libatkan Kades dalam Penyempurnaan Bankeususdes

PDF đź“„Setelah empat kali pembahasan internal, DPMDes Kutim menyiapkan konsultasi publik bersama kepala desa, lurah, …

Pemkab Kutim Siapkan Pilkades 2027 di 10 Desa Pemekaran

PDF đź“„Pemkab Kutim menargetkan pelaksanaan Pilkades pada 2027 di 10 desa pemekaran setelah seluruh tahapan …

Pemkab Kutim Siapkan STIPER untuk Sekolah Rakyat Rintisan

PDF đź“„Pemkab Kutim menyiapkan fasilitas STIPER sebagai calon lokasi Sekolah Rakyat rintisan guna mempercepat akses …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *