Persawahan Desa Kedongdong, Cirebon, mendapat penanganan darurat melalui pengaturan giliran aliran air dan pemasangan tiga pompa untuk menjaga pasokan ke lahan pertanian yang terdampak kekurangan air.
CIREBON – Persawahan di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, mendapat penanganan darurat akibat kekurangan pasokan air dengan pengaturan distribusi aliran dan pemasangan tiga pompa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan air dapat diteruskan dari jaringan irigasi menuju lahan pertanian di desa tersebut.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) Dwi Agus Kuncoro mengatakan penanganan dilakukan setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meninjau kondisi persawahan di Desa Kedongdong pada Sabtu, 26 September 2026.
“Penanganan dilakukan dengan mengatur aliran air sekaligus menambah dukungan pompa di titik yang membutuhkan pasokan air,” kata Dwi sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat, Selasa, (29/09/2026).
Pengaturan distribusi air dimulai dengan membuka Pintu Lame sejak 27 September 2026 pukul 00.00. Pintu lainnya ditutup sementara untuk mengarahkan aliran menuju Saluran Sekunder Walini 11 yang kemudian menerima aliran sekitar pukul 09.00.
Waktu pengaliran yang sebelumnya berlangsung dengan sistem giliran satu hari diperpanjang selama memungkinkan sampai sistem pompa terpasang. Petugas pintu juga disiagakan untuk mengawal perjalanan air di sepanjang jaringan agar pasokan dari saluran utama dapat diteruskan menuju jaringan yang melayani persawahan Desa Kedongdong.
Selain pengaturan giliran air, BBWS Cimancis memasang tiga pompa alkon berukuran enam inci yang memanfaatkan air dari Saluran Induk Gegesik, Daerah Irigasi Rentang. Penambahan pompa tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat distribusi air ke area persawahan yang mengalami kekurangan pasokan.
Penanganan juga menggunakan SIBANKER (Atasi Banjir dan Kekeringan), yang dalam kasus Desa Kedongdong digunakan untuk membantu mengalirkan air menuju lahan pertanian seluas 1.132 meter persegi.
“Di Desa Kedongdong, SIBANKER digunakan untuk membantu mengalirkan air menuju lahan pertanian seluas 1.132 meter persegi, sebagai bagian dari penanganan kekeringan di wilayah tersebut,” ucapnya.
Pengaturan aliran, pengawalan jaringan irigasi, dan dukungan pompa diarahkan agar pasokan air yang tersedia dapat mencapai jaringan yang melayani sawah di Desa Kedongdong. Langkah tersebut menjadi penanganan langsung terhadap persoalan kekurangan air yang sedang dihadapi persawahan desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara