Jembatan tani di Desa Kabba, Pangkep, yang menjadi akses warga dan petani menuju areal pertanian seluas 200 hektare kini dalam kondisi lapuk dan nyaris roboh, sementara perbaikannya masih tertunda karena keterbatasan anggaran.
PANGKEP – Akses pertanian warga Desa Kabba melalui Kampung Kabba Dalam, Kecamatan Minasatene, kini menghadapi ancaman keselamatan setelah jembatan tani sepanjang 7 meter dengan lebar 2 meter mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh. Jembatan tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan Desa Kabba dengan Kampung Banggae di Kelurahan Bonto Langkasa.
Kondisi jembatan yang hanya menggunakan lantai bambu dan penyangga kayu rapuh membuat warga serta petani harus ekstra hati-hati saat melintas. Jalur tersebut juga menjadi akses menuju areal pertanian produktif seluas 200 hektare yang berada di batas dua wilayah.
Bagi aktivitas pertanian Desa Kabba, keberadaan jembatan tersebut memiliki fungsi penting karena digunakan petani untuk mengangkut hasil panen dan alat mesin pertanian. Kerusakan jembatan dengan demikian tidak hanya menyangkut akses warga, tetapi juga jalur penunjang kegiatan pertanian di wilayah tersebut.
Kepala Desa (Kades) Kabba Nasrullah Salam mengatakan pembangunan jembatan sebenarnya telah masuk dalam rencana kerja Pemerintah Desa (Pemdes) Kabba. Namun, keterbatasan anggaran membuat pengerjaan yang ditargetkan pada tahun ini harus ditunda.
“Sebenarnya perbaikan jembatan ini menjadi target yang ingin kami kerjakan tahun ini. Namun, karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, pengerjaannya dengan sangat terpaksa harus kami tunda kembali,” ujar Nasrullah Salam saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026).
Nasrullah menyebut keberadaan jembatan berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi warga sekitar, terutama petani yang menggunakan jalur tersebut untuk membawa hasil panen serta peralatan pertanian.
“Kami sangat berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk membantu membangun jembatan yang layak bagi kebutuhan masyarakat kami, khususnya para petani. Harapan kami, jembatan yang dibangun nantinya memiliki konstruksi kokoh yang setidaknya bisa dilalui oleh kendaraan penunjang pertanian seperti handtraktor,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa, (29/09/2026), kondisi jembatan saat ini membuat warga dan petani tetap menggunakan jalur tersebut dengan penuh kehati-hatian sembari menunggu penanganan dari pemerintah kabupaten.
Perbaikan permanen diharapkan dapat mengembalikan fungsi jembatan sebagai akses penghubung warga sekaligus jalur pendukung kegiatan pertanian Desa Kabba, termasuk mobilitas hasil panen dan peralatan pertanian. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara