Petani Desa Tanjung Agung mendapat dukungan greenhouse, pelatihan, dan teknologi irigasi berbasis Internet of Things (IoT) untuk memperkuat budidaya melon dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
BANYUASIN – Desa Tanjung Agung mendapat penguatan sarana dan kapasitas pertanian melalui dua unit greenhouse berkapasitas sekitar 3.000 tanaman melon per unit yang dilengkapi sistem irigasi cerdas berbasis Internet of Things (IoT). Fasilitas tersebut menjadi bagian dari Program SINAR BOHLAM (Sinergi Kolaborasi Berbasis Agro Hortikultura Unggul dan Mandiri Desa Tanjung Agung) yang diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi pertanian masyarakat desa.
Program tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa Tanjung Agung dan kelompok tani pada 24 Agustus 2026. Selain greenhouse, dukungan bagi masyarakat desa mencakup pelatihan pertanian, penguatan kapasitas kelompok tani, serta penyediaan peralatan pertanian berbasis listrik.
Fasilitas pertanian tersebut dirancang untuk membantu petani Desa Tanjung Agung mengelola budidaya melon secara lebih terukur. Sistem IoT menghubungkan sensor kelembapan tanah, sensor kelembapan udara, alat penakar hujan otomatis, dan alat pengukur laju aliran air dengan ruang kontrol.
Data dari berbagai perangkat itu dapat digunakan untuk memantau kondisi lingkungan tanaman sekaligus mengatur kebutuhan pengairan. Sistem tersebut juga dilengkapi pengatur nyala dan mati, katup serta keran otomatis, kamera pemantau, jaringan pipa, koneksi internet, dan aplikasi yang memungkinkan petani mengoperasikannya melalui telepon pintar.
Dukungan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan petani desa dalam memanfaatkan potensi hortikultura. Dalam kegiatan yang diberitakan Koranpalpres, Selasa, (29/09/2026), fasilitas juga ditinjau secara langsung dengan melihat ruang kontrol, tempat penyemaian bibit, serta greenhouse yang menjadi pusat budidaya melon.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Sumbagsel Hendri Iriawan mengatakan program tersebut diarahkan untuk menyesuaikan pemberdayaan dengan karakter dan potensi wilayah, termasuk kebutuhan masyarakat Desa Tanjung Agung.
“Program SINAR BOHLAM hadir untuk mendampingi para petani agar semakin terampil, produktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian. Kami berharap dukungan pelatihan, greenhouse serta peralatan berbasis listrik ini dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Desa Tanjung Agung,” ujar Hendri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim menilai dukungan tersebut dapat memperkuat kapasitas petani sekaligus pembangunan sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada PLN UIP Sumbagsel atas pelaksanaan Program SINAR BOHLAM di Desa Tanjung Agung. Kehadiran dua unit greenhouse dan teknologi pertanian berbasis listrik menjadi dukungan konkret dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa,” ujar Erwin.
Dari sisi pemanfaatan energi, General Manager (GM) PLN UIP Sumbagsel Zaky Adikta menyebut program itu menggabungkan penggunaan energi listrik dengan teknologi IoT untuk mendukung kegiatan pertanian di Desa Tanjung Agung.
“Melalui Program SINAR BOHLAM, PLN UIP Sumbagsel menghadirkan inovasi pertanian yang memadukan energi listrik dengan teknologi IoT. Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan pengetahuan dan produktivitas petani serta mendorong terwujudnya pertanian modern dan mandiri di Desa Tanjung Agung,” ujar Zaky.
Dengan adanya greenhouse, pelatihan, serta perangkat pengelolaan irigasi otomatis, Program SINAR BOHLAM menempatkan penguatan kapasitas petani dan pemanfaatan potensi hortikultura sebagai bagian dari upaya mendorong pertanian modern di Desa Tanjung Agung. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung produktivitas petani dan kemandirian ekonomi masyarakat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara