Nisan Gada Jadi Temuan Bersejarah Desa Dadap Indramayu

Nisan berbentuk gada yang ditemukan di Desa Dadap, Indramayu, kini didata dan dikaji sebagai tinggalan sejarah yang diharapkan dapat masuk dalam inventaris aset sejarah desa.

INDRAMAYU – Desa Dadap memiliki temuan tinggalan sejarah berupa batu nisan tipe gada yang kini tengah diidentifikasi dan didata Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu bersama Tim Arkeologi dan Sejarah serta Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.

Temuan tersebut sebelumnya diinformasikan Pemerintah Desa Dadap kepada TACB Kabupaten Indramayu. Pemerintah Desa Dadap disebut memiliki keinginan agar tinggalan sejarah yang terdapat di wilayahnya diinventarisasi sehingga dapat menjadi aset sejarah bagi desa.

Dari identifikasi sementara, nisan berbentuk gada atau menyerupai meriam terbalik itu disebut sebagai satu-satunya temuan nisan dengan tipe tersebut yang diketahui di Indramayu. Temuan tersebut selanjutnya akan dikaji lebih lanjut oleh pihak terkait untuk mengetahui karakter dan konteks sejarahnya.

Pamong Budaya bidang Cagar Budaya Kabupaten Indramayu Suparto Agustinus mengatakan temuan itu menarik karena sebelumnya belum pernah ditemukan jenis serupa. “temuan di desa Dadap ini sangat menarik karena belum pernah ada sebelumnya,” jelas Tinus, Jumat (25/9 2026).

Tinus menjelaskan pihaknya bersama TACB akan melakukan kajian terkait dengan temuan tersebut.

Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi mengatakan nisan tersebut sebelumnya pernah diteliti arkeolog Nanang Saptono yang mengaitkannya dengan persebaran peradaban Islam di pesisir Indramayu. Sebagaimana diberitakan Patrolinews86, Sabtu, (26/09/2026), temuan itu juga menjadi bagian dari upaya pendataan tinggalan sejarah yang berada di Desa Dadap.

Dedy menyebut batu nisan tersebut terbuat dari batu andesit. Material itu diketahui tidak memiliki sentra bahan baku di Indramayu sehingga diperkirakan didatangkan dari daerah lain.

“Nisannya terbuat dari batu andesit. Kita tahu di Indramayu tidak ada sentra material bahan baku tersebut, sehingga harus didatangkan dari daerah lain,” jelas Dedi Musasih.

Dedy menjelaskan bahwa nisan makam tipe gada adalah jenis batu nisan kuno yang berbentuk silindris atau menyerupai senjata gada dengan bagian atas yang membulat.

“Umumnya berwujud silindrik seperti tabung atau meriam terbalik dengan bagian kepala atau ujung atas yang membesar dan membulat,” katanya.

Menurut Dedy, nisan tipe tersebut ditemukan di berbagai situs pemakaman Islam kuno di Indonesia, antara lain Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, hingga Jawa. Dalam sejumlah penelitian arkeologi mengenai makam kuno, bentuk nisan bulat dan silindris seperti gada kerap diidentifikasikan sebagai penanda makam tokoh laki-laki.

“Bentuk ini juga kadang dikaitkan dengan pengaruh tradisi atau corak pra-Islam yang diadaptasi pada masa awal masuknya Islam,” jelasnya.

Bagi Desa Dadap, proses inventarisasi menjadi langkah awal untuk mendokumentasikan tinggalan sejarah yang berada di wilayah desa. Kajian TACB selanjutnya diharapkan dapat memberikan informasi lebih jelas mengenai karakter dan keterkaitan nisan tersebut dengan sejarah kawasan pesisir Indramayu. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Baskara Bakti Dorong UMKM Terapkan Wisata Ramah Lingkungan

PDF đź“„Desa Baskara Bakti memperkuat pengembangan wisata ramah lingkungan dengan membekali pelaku UMKM dan masyarakat …

68 Desa Kekurangan Air, BPBD Banyumas Salurkan 4 Juta Liter

PDF đź“„Puluhan desa di Banyumas menghadapi kebutuhan air bersih yang terus meningkat setelah kekeringan meluas …

Koperasi Desa Jadi Penggerak Usaha Nelayan Sinjai

PDF đź“„Integrasi koperasi dengan kampung nelayan di Tongke-Tongke diarahkan untuk memperluas akses permodalan, menyerap hasil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *