Kondisi kelistrikan Sangatta mulai berangsur membaik, sementara koordinasi penanganan gangguan sistem interkoneksi terus dilakukan bersama tim terkait.
ADVERTORIAL – Kondisi kelistrikan di Sangatta mulai berangsur membaik di tengah gangguan sistem interkoneksi yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim terus mendorong koordinasi penanganan agar gangguan pada sumber pasokan listrik dapat segera diselesaikan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan perkembangan penanganan di Sangatta telah dilaporkan melalui koordinasi dengan tim dari Bontang dan Samarinda.
“Khusus di Sangatta, alhamdulillah ini sudah mulai terbenahi dengan baik, karena tadi pagi laporan dari Bontang dan Samarinda, kutim itu melaporkan ke Bupati,” katanya, Jumat (18/09/2026).
Meski kondisi di Sangatta mulai membaik, gangguan pada sistem interkoneksi masih menjadi persoalan utama kelistrikan di Kutim. Ardiansyah menyebut terdapat empat sumber pasokan yang mengalami gangguan.
“Listrik persoalannya karena interkoneksi, lalu ada beberapa sumber, kalau tidak salah ada yang dari Sangatta ini ada sumbernya yang di Tanjung Bara, kemudian yang di Kukar Tenggarong, kemudian ada di Banjarmasin, ada empat sumber ini sedang mengalami gangguan,” ujar Ardiansyah ke awak media di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Jumat (18/09/2026).
Dalam keterangannya, Ardiansyah menyebut sumber pasokan dari Tanjung Bara di Sangatta, Tenggarong di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), serta Banjarmasin. Namun, ia tidak merinci sumber keempat yang juga disebut mengalami gangguan.
Gangguan yang berlangsung pada sejumlah sumber tersebut berdampak terhadap kestabilan distribusi listrik dan memicu pemadaman bergilir di wilayah Kutim.
Ardiansyah berharap proses perbaikan dapat segera menormalkan kembali sistem kelistrikan. Ia memperkirakan pemulihan dapat berlangsung dalam satu hingga dua pekan.
“Mudah-mudahan dalam satu dua pekan ini sudah bisa berjalan kembali normal seperti itu, ada perbaikan. Karena kita interkoneksi ini masalahnya,” ujarnya.
Ia menegaskan persoalan kelistrikan harus segera ditangani dan tidak dibiarkan berlangsung berlarut-larut, meskipun proses perbaikan membutuhkan waktu.
“Yang namanya masalah jangan dibiarkan. Pada saat perbaikan kan masa perbaikan juga jalan, jadi harus diselesaikan dulu,” katanya.
Dengan koordinasi penanganan yang terus berjalan, Pemkab Kutim berharap perbaikan pada sistem interkoneksi dapat mempercepat pemulihan pasokan listrik, tidak hanya di Sangatta, tetapi juga di wilayah Kutim lainnya yang terdampak pemadaman bergilir. []
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara