Potensi Danau Telaga Batu Arang sebagai destinasi wisata dan sumber PADes Swarga Bara masih menunggu penyelesaian kajian keselamatan KPC sebelum kawasan bekas tambang tersebut dapat dihibahkan dan dikelola desa.
ADVERTORIAL – Potensi Danau Telaga Batu Arang sebagai destinasi wisata dan sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) Swarga Bara belum dapat dikembangkan karena rencana hibah kawasan bekas tambang tersebut masih menunggu penyelesaian kajian keselamatan oleh Perseroan Terbatas (PT) Kaltim Prima Coal (KPC).
Kawasan yang berada di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), itu direncanakan dapat dikelola Pemerintah Desa (Pemdes) Swarga Bara apabila proses hibah dari KPC telah rampung. Namun, karakter danau yang merupakan bekas kolam tambang dengan kedalaman cukup signifikan membuat aspek keamanan menjadi perhatian utama sebelum kawasan dibuka untuk aktivitas wisata.
Sekretaris Desa (Sekdes) Swarga Bara Rulliyanti mengatakan, pihak desa pada dasarnya telah siap menerima dan mengelola kawasan tersebut apabila proses hibah dapat direalisasikan.
“Kalau kami pada dasarnya desa sudah sangat siap, maksudnya menerima seandainya itu dihibahkan kepada kami,” ujar Rulliyanti saat ditemui di Kantor Desa Swarga Bara, Rabu (16/09/2026).
Meski memiliki potensi untuk dikembangkan, Rulliyanti menilai pemanfaatan Danau Telaga Batu Arang sebagai objek wisata tidak dapat dilakukan tanpa memastikan aspek keselamatan pengunjung. Terlebih, danau tersebut terbentuk dari bekas aktivitas pertambangan.
“Karena memang kalau dilihat dari mau dijadikan tempat wisata pun, kita harus melihat titik keselamatan, karena itu danau bukan danau cetek, danau dalam, bekas lahan tambang,” katanya.
Menurut Rulliyanti, KPC masih mengkaji tingkat keamanan kawasan apabila nantinya pengelolaan diserahkan kepada Pemdes Swarga Bara. Kajian tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses hibah hingga kini belum terealisasi.
Di sisi lain, Pemdes Swarga Bara melihat Danau Telaga Batu Arang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi aset produktif desa. Selain membuka alternatif destinasi wisata di Sangatta Utara, pengelolaan kawasan tersebut dinilai berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi desa.
“Sangat mendukung kalau seandainya itu bisa dihibahkan dan dikelola oleh kami, kenapa tidak, berarti bisa menjadi salah satu PAD yang dikembangkan, bisa menjadi salah satu aset desa yang bisa dikembangkan,”tandasnya.
Pemanfaatan Danau Telaga Batu Arang sebagai kawasan wisata masih bergantung pada hasil kajian keselamatan, penyelesaian administrasi hibah, serta kejelasan mekanisme pengelolaannya. Jika seluruh tahapan tersebut dapat dipenuhi, kawasan bekas tambang itu berpeluang menjadi aset wisata sekaligus sumber ekonomi baru bagi Desa Swarga Bara. []
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara