SIKKA – Sebanyak 1.497 warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat dukungan pasokan air bersih setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengirimkan 12.000 liter air ke dua lokasi pengungsian, Minggu (23/8/2026). Distribusi tersebut menyasar Desa Baopaat, Kecamatan Lela, serta Gelora Samador yang menjadi lokasi pengungsian terpusat.
Di Desa Baopaat, satu mobil tangki air (MTA) berkapasitas 6.000 liter disiapkan untuk memenuhi kebutuhan 48 kepala keluarga atau 192 jiwa. Sementara itu, pasokan dengan kapasitas yang sama dikirimkan ke Gelora Samador untuk melayani 358 kepala keluarga atau 1.305 jiwa.
Langkah tersebut dilakukan karena ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang harus dipastikan selama warga masih berada di tempat pengungsian. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan, sebagaimana diberitakan Antara, Minggu, (23/08/2026).
“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus kita pastikan tersedia, terutama bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana dan masih berada di pengungsian. Kementerian PU akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” ujar Dody.
Selain menyalurkan air, Kementerian PU juga melakukan koordinasi dan pemantauan untuk mengetahui kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah yang terdampak gempa. Pemantauan itu ditujukan agar dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Distribusi air bersih menjadi bagian dari dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga selama masa pengungsian. Kementerian PU menyatakan akan terus hadir untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT sekaligus mendukung percepatan pemulihan wilayah. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara