Strategi Baru Pariwisata RI: Desa, Pendidikan, hingga Promosi Global

JAKARTA – Pemerintah memperluas pengembangan pariwisata hingga tingkat desa dengan mengintegrasikan potensi wisata, pendidikan, konektivitas, dan usaha masyarakat sebagai bagian dari strategi meningkatkan pemerataan manfaat ekonomi sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pengembangan destinasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan kegiatan pariwisata mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pemerataan pembangunan.

“Tujuan kami jelas, menjadikan pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja, sumber devisa, sekaligus jalan menuju pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, sebagaimana diberitakan Antara, Senin (10/08/2026).

Salah satu langkah yang ditempuh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) adalah memperkuat desa wisata melalui integrasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan Koperasi Desa. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem usaha masyarakat, meningkatkan kapasitas pelaku lokal, memperluas pemasaran produk, serta mendorong agar manfaat ekonomi pariwisata dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Penguatan desa wisata tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja sama Kemenpar dengan berbagai pihak. Di bidang pendidikan, Kemenpar bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) melalui penandatanganan Kesepahaman Bersama untuk mendukung Program Sekolah Rakyat.

Sebagai bagian dari kerja sama itu, Kemenpar menyediakan lahan di kawasan Politeknik Pariwisata NHI Bandung untuk pembangunan sarana pendidikan dan fasilitas pendukung. Program tersebut juga mencakup penguatan kurikulum sadar wisata, sinkronisasi program peningkatan kesejahteraan sosial di desa wisata dan destinasi, serta pengembangan jalur pendidikan lanjutan bagi lulusan Sekolah Rakyat.

Kemenpar juga menyiapkan kuota sebesar 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata melalui program beasiswa. Kebijakan ini diarahkan untuk memperluas kesempatan pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang dapat mendukung industri pariwisata.

Upaya pemerataan destinasi turut diarahkan ke sejumlah wilayah yang selama ini memiliki potensi wisata besar. Pemerintah akan menyusun masterplan dispersi wisatawan di Bali untuk mengurangi konsentrasi kunjungan di Bali Selatan dan mempercepat pengembangan destinasi di Bali Utara, Bali Timur, serta Bali Barat.

Pengembangan kawasan tersebut akan dipadukan dengan peningkatan konektivitas, pelayanan dasar, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Strategi ini diharapkan membuat pertumbuhan pariwisata tidak terpusat pada satu kawasan, tetapi memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai daerah.

Di Belitung, Kemenpar juga mendukung kesiapan revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Dukungan dilakukan antara lain melalui pemasangan rambu di geosite prioritas, penyelenggaraan seminar internasional, serta penyediaan papan informasi dwibahasa.

Sementara itu, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat juga diperkuat melalui berbagai kegiatan promosi internasional. Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Indonesia, termasuk ke Kompleks Candi Prambanan pada Juli 2026, dimanfaatkan untuk memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar India.

Promosi dilakukan melalui kanal Wonderful Indonesia, media India dan internasional, kampanye digital, penayangan iklan, serta kerja sama dengan pelaku industri pariwisata. Kemenpar juga mendorong penyelenggaraan familiarization trip bersama agen perjalanan dan online travel agent dari India.

“Tingginya perhatian masyarakat India terhadap kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan minat mereka untuk datang ke Indonesia, mengenal Prambanan, serta menjelajahi lebih banyak destinasi di berbagai daerah,” katanya.

Selain Belitung, Kemenpar melakukan peninjauan di Geopark Ijen, Jawa Timur, sebagai bagian dari persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark dengan target mempertahankan predikat green card.

Pengembangan pariwisata berkualitas juga dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan daerah. Kemenpar mendukung 125 kegiatan dalam Karisma Event Nusantara 2026 yang tersebar di 38 provinsi. Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 61 kegiatan telah diselenggarakan.

Dari 47 kegiatan yang telah dievaluasi, tercatat 4,77 juta pengunjung dengan transaksi ekonomi langsung mencapai Rp276,84 miliar. Kegiatan tersebut turut melibatkan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pekerja seni, serta tenaga kerja.

Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan arah pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengejar peningkatan kunjungan, tetapi juga memperluas keterlibatan masyarakat lokal. Integrasi koperasi desa, pendidikan pariwisata, pengembangan destinasi di luar kawasan utama, dan promosi internasional diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus memperbesar dampak ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai daerah. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Modal Usaha Desa Diperluas, Pemerintah Bidik 10.000 Desa

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah menyiapkan proyek percontohan pembiayaan bagi 500 hingga 1.000 desa sebagai tahap …

Industri Penghasil Karbon Didorong Beri Insentif untuk Pelestari Mangrove

PDF 📄DEPOK – Nilai karbon yang tersimpan di ekosistem mangrove mulai diproyeksikan menjadi salah satu …

Program Tiga Juta Rumah Sasar Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep

PDF 📄 SUMENEP – Sebanyak delapan dari 50 titik calon penerima program bedah rumah bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *