Lahan Desa Dimaksimalkan, DIY Kembangkan Budi Daya Lele dan Nila

YOGYAKARTA – Pemanfaatan tanah kas kalurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diarahkan menjadi sentra budi daya ikan lele dan nila untuk memperkuat potensi ekonomi masyarakat sekaligus membuka rantai pasok pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut merupakan bagian dari Budi Daya Ikan Tematik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menyasar kelompok budi daya perikanan di sejumlah kalurahan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Hery Sulistio Hermawan mengatakan pemanfaatan lahan kalurahan menjadi salah satu cara mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di tingkat desa.

“Nah, tujuannya untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di kalurahan, sehingga nanti kolam-kolam menggunakan tanah kas kalurahan, kemudian rencana yang dikembangkan adalah ikan lele dan nila,” katanya.

Menurut Hery, lele dan nila dipilih karena memiliki pasar yang luas di DIY. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar, hasil budi daya tersebut berpeluang masuk dalam rantai pasok bahan pangan untuk satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dalam pelaksanaan MBG, sebagaimana diberitakan Antara, Minggu (09/08/2026).

“Karena lele ini pasarnya terbuka luas termasuk rantai pasoknya untuk mendukung Program MBG di SPPG, jadi arahnya seperti itu. Harapannya mungkin di awal September mulai dibangun,” katanya.

Konsep budi daya tersebut dirancang menyesuaikan keterbatasan lahan dan sumber daya air. Kolam akan dibangun pada lahan yang tidak terlalu luas dengan sistem sirkulasi air sehingga penggunaan air dapat ditekan dan keberlanjutan usaha budi daya tetap terjaga.

“Ini kan menghadapi tantangan kita saat ini, lahan yang semakin terbatas, sumber daya air juga terbatas, sehingga air ini tidak menjadi boros, tidak terus terbuang percuma, tapi kan bisa diputar,” katanya.

Program budi daya tematik KKP di DIY menyasar 64 kelompok budi daya perikanan. Pembangunan sarana fisik mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat, sedangkan DKP DIY akan berperan dalam pendampingan masyarakat di lapangan.

“Kalau untuk sarana budi daya, baik benih, pakan itu langsung dari Kementerian Kelautan Perikanan. Kalau kami kan nanti pendampingan di lapangan, bagaimana masyarakat itu bisa siap untuk mengoptimalkan dan pemeliharaan,” katanya.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemanfaatan aset kalurahan, tetapi juga mendorong kegiatan ekonomi produktif masyarakat dan memperkuat ketersediaan sumber pangan lokal. Dengan dukungan sarana, pendampingan, serta pasar yang tersedia, budi daya lele dan nila ditargetkan menjadi usaha yang berkelanjutan di tingkat kalurahan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Petani Sawit Usulkan 10 Pabrik CPO per Provinsi Sentra

PDF đź“„Serikat petani mengusulkan pembangunan sedikitnya 10 pabrik CPO di setiap provinsi sentra sawit agar …

KKN Universitas Ma’soem Fokus Pertanian Desa Cijambe

PDF đź“„Mahasiswa KKN Universitas Ma’soem mengubah fokus program setelah mendapati persoalan pertanian menjadi aspirasi utama …

Program Irigasi Berbasis Masyarakat Dorong Produksi Padi Deli Serdang

PDF đź“„Perbaikan jaringan irigasi tersier melalui program berbasis masyarakat di Deli Serdang ditujukan untuk memastikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *