HALMAHERA UTARA – Program penanganan stunting yang dijalankan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memasuki tahap kedua dengan memperluas pendampingan gizi bagi balita di lima kecamatan wilayah lingkar tambang. Program kolaborasi bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tersebut tidak hanya menyalurkan makanan tambahan bergizi, tetapi juga melakukan edukasi kepada orang tua dan pemantauan pertumbuhan anak di tingkat desa.
Pelaksanaan program berlangsung pada 7–11 Juli 2026 di Kecamatan Malifut, Kao Teluk, Kao Utara, Kao, dan Kao Barat. Kegiatan merupakan lanjutan dari tahap pertama yang telah dimulai pada 23 April 2026.
Dalam pelaksanaannya, NHM Peduli menyediakan dukungan berupa pendanaan logistik, alat ukur standar, makanan tambahan bergizi, serta susu formula yang disesuaikan dengan kebutuhan usia balita. Selain itu, distribusi bantuan diawasi agar tepat sasaran kepada anak-anak yang mengalami stunting.
Salah seorang penerima manfaat dari Desa Samsuma, Firginita Manganguwi, mengaku terbantu dengan program tersebut.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Hi. Robert dan NHM Peduli atas bantuan makanan tambahannya. Ini sangat membantu memenuhi gizi harian anak kami, Nurfala Arafat. Kami berharap program ini dapat terus berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Firginita, sebagaimana diberitakan Penamalut, Sabtu (25/07/2026).
Komandan Rayon Militer (Danramil) 1508-03/Kao Frans Rishard Komea mengatakan keterlibatan TNI AD dilakukan melalui pendampingan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di desa-desa yang memiliki balita stunting.
“Kami telah mengerahkan personel Babinsa di titik-titik pemukiman yang teridentifikasi memiliki balita stunting untuk berkolaborasi dengan tim NHM Peduli. Tujuannya memastikan proses distribusi makanan tambahan dan susu formula terlaksana dengan efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.
Penanggung Jawab Program Stunting NHM, Munir Radjabessy, menyampaikan evaluasi selama 30 hari setelah pelaksanaan tahap pertama menunjukkan perkembangan positif. Berat badan dan tinggi badan anak-anak penerima manfaat tercatat meningkat secara konsisten berkat sinergi antara NHM, TNI AD, serta kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Menurutnya, keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak hanya ditentukan oleh pemberian bantuan nutrisi, tetapi juga melalui pendampingan berkelanjutan, edukasi keluarga, dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Program tersebut diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas di wilayah lingkar tambang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara