Desa Klebet Jadi Percontohan Pertanian Modern di Tangerang

TANGERANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menguji penerapan sistem tabur benih langsung (tabela) untuk memangkas waktu dan biaya tanam padi sekaligus mendorong produktivitas pertanian. Uji coba teknologi tersebut dilakukan di lahan percontohan atau demonstration plot (demplot) Kelompok Tani Klebet Pabuaran, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono mengatakan penerapan tabela menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian di wilayahnya. “Kami mengembangkan sistem tabur benih langsung untuk membantu modernisasi pertanian,” tutur Ujang di Tangerang, Rabu.

Menurut Ujang, uji coba dilakukan pada lahan seluas satu hektare dengan menanam padi sawah varietas Ciherang. Program tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Klebet dan penyuluh pertanian setempat.

“DPKP selaku pelaksana program menginisiasi penanaman padi sawah varietas Ciherang di lahan seluas satu hektare, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Klebet serta Penyuluh Pertanian setempat,” jelasnya.

Penerapan tabela juga menjadi bagian dari Program Pengembangan Desa Mandiri Pangan Tahun Anggaran (TA) 2026 serta mendukung penerapan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS). Teknologi tersebut dinilai dapat membuat proses bercocok tanam lebih efisien.

“Dengan sistem tanam benih langsung ini, petani dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya, sekaligus meningkatkan hasil produksi demi mewujudkan pertanian yang lebih modern dan berdaya saing,” tutur Ujang.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang Abdul Munir menjelaskan lahan percontohan tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dan kelompok tani untuk menerapkan budidaya pertanian yang lebih efisien.

Penanaman padi menggunakan tabela di lokasi itu menjadi penerapan pertama yang dilakukan petani di Kabupaten Tangerang. Sebelumnya, pola tanam yang digunakan masih mengandalkan penyemaian benih selama sekitar 20 hari sebelum dipindahkan ke lahan.

“Melalui tabela, benih cukup direndam selama satu hari kemudian ditabur menggunakan teknologi alat tabur,” ungkap Abdul.

Menurut dia, metode tersebut berpotensi memangkas waktu sekaligus menekan biaya tanam secara signifikan. DPKP Kabupaten Tangerang menargetkan produktivitas panen melalui penerapan teknologi itu dapat mencapai 10 ton per hektare.

Sebagaimana diberitakan Koran Jakarta, Kamis, (27/08/2026), penerapan tabela tidak akan berhenti di Desa Klebet. DPKP Kabupaten Tangerang berencana memperluas demplot padi ke sejumlah lokasi Desa Mandiri Pangan lainnya pada TA 2026. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kekeringan Melanda, Sawah Desa Kedongdong Dapat Pasokan Air Darurat

PDF đź“„Persawahan Desa Kedongdong, Cirebon, mendapat penanganan darurat melalui pengaturan giliran aliran air dan pemasangan …

Desa Tanjung Agung Perkuat Pertanian Modern dengan Greenhouse Berbasis IoT

PDF đź“„Petani Desa Tanjung Agung mendapat dukungan greenhouse, pelatihan, dan teknologi irigasi berbasis Internet of …

Jelang Pemungutan Suara, Kesiapan Pilkades 64 Desa Diperketat

PDF đź“„Sebanyak 64 desa di Manggarai Barat memasuki tahap akhir persiapan Pemilihan Kepala Desa serentak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *