Gotong Royong Warga Desa Bomaki Hijaukan Pesisir dengan 2.000 Mangrove

KEPULAUAN TANIMBAR – Rehabilitasi hutan mangrove di Desa Bomaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, melibatkan 250 peserta dari berbagai unsur masyarakat sebagai upaya memulihkan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Program rehabilitasi yang dilaksanakan DFW Indonesia melalui Program Social Investment INPEX itu berhasil membibitkan 2.500 bibit mangrove. Sebanyak 2.000 bibit di antaranya telah ditanam pada kawasan rehabilitasi seluas sekitar 143 meter persegi menggunakan metode rumpun berjarak.

Project Coordinator DFW Indonesia, Waode Husmayani, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

“Dengan menggunakan metode rumpun berjarak kami bersama dengan masyarakat telah melakukan rehabilitasi mangrove di pesisir Desa Bomaki.”

Ia menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan masyarakat Desa Bomaki, siswa SD Naskat Santo Fransiskus Xaverius Bomaki, perwakilan stakeholder, serta 10 perangkat Pemerintah Desa (Pemdes) Bomaki.

“Bukan sekadar pembibitan dan penanaman mangrove tapi kegiatan ini juga merupakan bentuk kampanye kesadaran lingkungan bagi masyarakat desa Bomaki agar memiliki rasa tanggungjawab terhadap ekosistem mangrove yang ada desa mereka.”

Tokoh masyarakat Desa Bomaki, Siter Layan, menilai keterlibatan warga dalam rehabilitasi mangrove menjadi pengalaman yang mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

“Kegiatan ini akan berdampak positif bagi warga karena selama ini mereka tidak terlalu peduli dengan isu ini.”

Sementara itu, Kepala Urusan (Kaur) Pelayanan dan Kesejahteraan Desa Bomaki, Abraham Masombe, berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi berlanjut melalui pemeliharaan, pemantauan, dan pengelolaan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap pemantauan terhadap program ini akan terus dilakukan dan pemerintah desa akan ikut mengambil tanggung jawab atas keberlanjutannya.”

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Tanimbar melalui Dinas Lingkungan Hidup yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Lingkungan, Yosi A. Fordatkossu. Menurutnya, pelestarian mangrove merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah daerah mengapresiasi kolaborasi yang telah terbangun serta berharap program ini dapat memberikan dampak yang lebih luas, baik bagi kelestarian lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.”

Kegiatan rehabilitasi mangrove di Desa Bomaki menjadi contoh kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, aparat keamanan, dan dunia pendidikan dalam menjaga ekosistem pesisir, sebagaimana diberitakan Rmol, Kamis (23/07/2026). []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bupati Morowali: Pembangunan Desa Harus Berangkat dari Aspirasi Warga

PDF 📄MOROWALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali menegaskan kepala desa memiliki peran strategis sebagai ujung …

Mirza Kaji Mekanisme Pemprov Ikut Bangun Jalan Desa

PDF 📄BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai mengkaji skema agar dapat terlibat dalam …

Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai, Undana Dampingi Perempuan Desa

PDF 📄TIMOR TENGAH SELATAN – Kelompok Dasawisma Lahairoi di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *